Jakarta, Poskota Nasional
Ketua Umum Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Daniel Cosmas, optimistis industri mobil bekas di Indonesia masih memiliki prospek yang sangat baik, terutama pada segmen kendaraan dengan harga di bawah Rp200 juta yang hingga kini menjadi favorit masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Daniel Cosmas saat ditemui awak media Poskota Nasional di sela pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) AMBI 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Menurut Daniel, tren penjualan mobil bekas berbeda di setiap daerah.
Di wilayah Jakarta Timur, misalnya, kendaraan bekas dengan harga di bawah Rp 300 juta masih memiliki pasar yang kuat, sementara segmen di bawah Rp 200 juta menjadi yang paling diminati.
“Setiap daerah memiliki karakter pasar yang berbeda. Hal itu sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dan potensi kekayaan alam di masing-masing wilayah. Semakin baik kondisi ekonomi suatu daerah, maka daya beli masyarakat terhadap kendaraan juga akan semakin meningkat,” ujarnya.
Dalam Munas AMBI 2026, Daniel kembali dipercaya memimpin organisasi sebagai Ketua Umum.
Ia berharap kepengurusan ke depan mampu mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperbesar peran AMBI dalam mendukung kemajuan industri mobil bekas nasional.
“Harapan saya, AMBI semakin solid, semakin besar, dan seluruh anggota dapat saling mengenal serta memperkuat kolaborasi untuk memajukan bisnis mobil bekas di Indonesia,” kata Daniel.
Sebagai pelaku usaha yang mengelola showroom mobil bekas di kawasan Pondok Gede, Daniel menilai prospek bisnis masih sangat menjanjikan.
Showroom yang berdiri sejak 2022 tersebut saat ini menempati dua unit kios dan didukung fasilitas gudang penyimpanan kendaraan.
Saat ini, stok kendaraan yang tersedia mencapai sekitar 40 unit.
Penjualan rata-rata berada di kisaran enam unit per bulan, sementara pada periode ramai mampu mencapai sekitar 35 hingga 38 unit.
Daniel menjelaskan, kendaraan yang paling banyak dicari konsumen tetap berasal dari merek-merek Jepang seperti Toyota, Honda, dan Daihatsu, khususnya pada segmen harga di bawah Rp 200 juta.
“Mobil dengan harga di bawah Rp 200 juta masih menjadi primadona. Konsumen lebih banyak mencari kendaraan yang ekonomis, mudah dirawat, dan memiliki nilai jual kembali yang baik,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan Munas AMBI 2026, Daniel berharap organisasi dapat menjadi wadah yang semakin kuat dalam mempererat komunikasi, meningkatkan profesionalisme pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan industri mobil bekas di Indonesia.
