Jakarta, Poskota Nasional.
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Sumba Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Teddy Tandoyo, Ketua PSMTI Kabupaten Sumba Barat periode 2026–2030, saat ditemui di sela-sela kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) PSMTI yang berlangsung di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Teddy menjelaskan, PSMTI memiliki peran sosial yang kuat sebagai paguyuban marga Tionghoa Indonesia.
Karena itu, kegiatan sosial yang dilakukan PSMTI diarahkan untuk membantu masyarakat dan memperkuat upaya pemerintah, bukan untuk bersaing dengan pemerintah.
“Kita tidak bersaing dengan pemerintah. Kita justru menunjang dan membantu pemerintah agar bantuan yang diberikan dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat tempat.”
Menurut Teddy, ketika terjadi kebutuhan atau kondisi yang memerlukan bantuan, dukungan dapat datang dari berbagai daerah. Bantuan tersebut dapat berupa beras, minuman, mi instan, maupun berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi antardaerah menjadi sangat penting.
Bantuan dari kabupaten-kabupaten maupun berbagai unsur PSMTI di NTT dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui koordinasi yang baik, termasuk menuju daerah seperti Kupang dan Ende, sebelum kemudian didistribusikan ke lokasi yang membutuhkan.
“Yang paling penting adalah koordinasi. Kita melihat apa yang dibutuhkan, kemudian bantuan dibagi dan disalurkan langsung ke tempat yang tepat. Jangan sampai bantuan menumpuk di satu tempat sementara di tempat lain masih kekurangan,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, kekuatan utama PSMTI adalah kebersamaan. Seluruh anggota dan pengurus diharapkan dapat menjaga komunikasi, kekompakan, serta mengedepankan kepentingan sosial di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Semangat tersebut, menurut Teddy, sejalan dengan peran PSMTI sebagai paguyuban sosial marga yang hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Tidak boleh ada komplain yang memecah persatuan.
Kita harus bersatu, kompak, dan saling membantu. Kita semua bagian dari NTT dan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan itu.”
Sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Sumba Barat periode 2026–2030, Teddy juga berharap sinergi antara PSMTI, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat.
Dengan koordinasi yang solid, gerakan sosial diharapkan dapat semakin cepat merespons kebutuhan masyarakat serta memberikan bantuan secara efektif dan tepat sasaran.
Teddy menegaskan bahwa semangat kepedulian tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh keluarga besar PSMTI.
“Kita ingin PSMTI hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai keluarga yang saling membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari NTT, untuk NTT, dengan semangat persatuan dan gotong royong.”
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, PSMTI Kabupaten Sumba Barat berkomitmen untuk terus memperkuat program sosial, membangun komunikasi antarpengurus di berbagai wilayah, serta mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
