Jakarta, Poskota Nasional
Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) II di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Munas kali ini menjadi momentum penting bagi AMBI dalam memperkuat organisasi sekaligus membangun industri mobil bekas Indonesia yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing.
Humas AMBI, Riki Prawiro, mengatakan Munas II menjadi tonggak penting setelah perjalanan organisasi selama tiga tahun.
Saat ini jumlah anggota AMBI telah meningkat menjadi 253 anggota, menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelaku usaha terhadap organisasi tersebut.
“Kita sekarang memiliki visi dan misi yang semakin jelas untuk mendorong perkembangan serta kemajuan industri jual beli mobil bekas di seluruh Indonesia. Industri ini memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Riki di sela-sela pelaksanaan Munas II AMBI.
Menurutnya, AMBI ingin menjadi wadah yang mampu menyatukan seluruh pelaku industri, mulai dari pedagang mobil bekas hingga lembaga pembiayaan, agar dapat tumbuh bersama dalam membangun ekosistem yang sehat.
Selama ini, industri mobil bekas dinilai memiliki transaksi yang sangat besar, bahkan melebihi pasar mobil baru.
Namun, industri tersebut masih menghadapi tantangan berupa minimnya data yang terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ke depan kami ingin menghadirkan data industri mobil bekas yang akurat, sehingga AMBI dapat menjadi organisasi yang semakin diakui dan menjadi rujukan dalam perkembangan industri kendaraan bekas nasional,” katanya.
Dalam waktu dekat, AMBI akan memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pembiayaan dan pelaku industri otomotif.
Menurut Riki, hubungan antara pedagang mobil bekas dan perusahaan pembiayaan merupakan faktor penting dalam meningkatkan penjualan kendaraan.
“Kalau pedagang berkembang tetapi lembaga pembiayaan tidak terhubung dengan baik, penjualan akan menurun. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dalam visi dan misi organisasi,” jelasnya.
AMBI juga mulai memperketat proses penerimaan anggota baru. Organisasi kini melakukan verifikasi terhadap legalitas usaha, showroom, hingga rekam jejak bisnis calon anggota guna memastikan seluruh anggota memiliki kredibilitas yang baik.
“Kami ingin membangun asosiasi yang kuat. Karena itu, anggota yang bergabung benar-benar kami verifikasi agar memiliki komitmen membangun industri secara bersama-sama,” ujarnya.
Riki menegaskan AMBI tidak membedakan segmen kendaraan berdasarkan harga. Organisasi menaungi seluruh pelaku usaha mobil bekas, mulai dari kendaraan dengan harga puluhan juta rupiah hingga kendaraan bernilai miliaran rupiah.
“Semuanya kami rangkul. Tidak ada pembatasan berdasarkan harga kendaraan. Yang terpenting adalah bagaimana industri ini berkembang secara sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Hingga saat ini, AMBI telah memiliki 21 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di berbagai provinsi.
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya minat pelaku usaha di berbagai daerah untuk bergabung, meski proses administrasi kini dilakukan lebih selektif.
Menurut Riki, salah satu tantangan terbesar organisasi adalah menyatukan karakteristik perdagangan mobil bekas yang berbeda di setiap daerah.
“Setiap daerah memiliki karakter pasar yang berbeda. Jakarta, Bandung, Sumatera, Sulawesi, semuanya memiliki pola usaha masing-masing.
Tugas kami adalah menyelaraskan agar anggota memiliki standar dan arah pengembangan bisnis yang lebih baik,” ungkapnya.
Selain itu, AMBI juga berupaya memperluas akses pembiayaan kendaraan hingga ke daerah-daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan layanan kredit kendaraan.
“Kami ingin masyarakat di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk membeli mobil bekas dengan skema pembiayaan yang mudah dan kompetitif. Jangan sampai hanya masyarakat di kota besar yang menikmati kemudahan tersebut,” kata Riki.
Melalui Munas II, AMBI berharap dapat memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah, lembaga pembiayaan, dan seluruh pelaku industri otomotif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perdagangan mobil bekas , tambah Riki Prawiro kepada Poskota Nasional .
