Jakarta, Poskota Nasional.
Pelaku usaha mobil
bekas asal Bali, Nyoman Oka Suwandi, menyambut positif terpilihnya Chung Sugianto sebagai Ketua Umum Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI). Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa AMBI semakin maju, semakin besar, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Menurut Nyoman, AMBI diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk perusahaan pembiayaan seperti Mega Mitra Jambi, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha mobil bekas dan para mitra bisnis di berbagai sektor.
Ia mengakui bahwa kondisi pasar mobil bekas secara nasional, termasuk di Bali, saat ini sedang mengalami perlambatan. Salah satu penyebabnya adalah melemahnya sektor pariwisata yang turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Meski demikian, Nyoman menilai pasar mobil bekas tetap memiliki prospek yang baik. Menurutnya, volume transaksi mobil bekas dapat terlihat lebih tinggi dibandingkan mobil baru karena satu unit kendaraan bekas dapat berpindah tangan beberapa kali.
“Kalau mobil baru, satu kali terjual langsung tercatat. Sementara mobil bekas, satu unit bisa diperjualbelikan beberapa kali. Misalnya, konsumen membeli mobil, kemudian seminggu atau beberapa waktu kemudian dijual kembali. Hal seperti itu membuat angka transaksi mobil bekas menjadi lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa mobil bekas masih menjadi pilihan masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibandingkan mobil baru. Dari sisi investasi, mobil bekas dinilai memiliki penyusutan nilai yang lebih kecil.
“Kadang orang membeli mobil bekas, setelah dipakai setahun kerugiannya tidak sebesar mobil baru, bahkan dalam kondisi tertentu masih bisa memperoleh keuntungan saat dijual kembali.
Kalau mobil baru, umumnya nilai jualnya langsung turun. Karena itu saya yakin prospek mobil bekas ke depan masih akan terus meningkat,” katanya.
Selain membahas kondisi pasar, Nyoman menilai kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) AMBI menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan antarpelaku usaha dari berbagai daerah.
“Melalui AMBI kita bisa saling mengenal sesama anggota walaupun berasal dari daerah yang berbeda.
Relasi itu sangat penting. Informasi harga maupun isu-isu nasional juga bisa cepat diketahui sehingga sangat membantu dalam menjalankan bisnis,” ungkapnya.
Nyoman sendiri mengelola empat cabang usaha di Bali melalui Sunari Oka Mobil. Ke depan, ia membuka peluang untuk melakukan ekspansi ke daerah lain apabila terdapat kesempatan yang sesuai.
Demikian disampaikan Nyoman Oka Suwandi saat ditemui seusai Musyawarah Nasional (Munas) AMBI yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 3–5 Juli 2026.
