Bekasi Brt, Poskota Nasional
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan industri pelayanan kesehatan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Leona A. Karnali, CFA, FRM, CEO Primaya Hospital Group, saat menjadi pembicara dalam seminar bertema “Implementasi Manajemen SDM dan Kesehatan Kerja dalam Menciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis”, yang digelar di Auditorium Lantai 7, Sabtu (15/8/2026).
Dalam paparannya bertajuk “Talent as the Driving Force of Growth”, Leona menekankan bahwa bisnis rumah sakit pada dasarnya bukan hanya bisnis pelayanan kesehatan, melainkan juga bisnis kepercayaan.
Karena itu, kualitas tenaga kesehatan dan seluruh sumber daya manusia di dalam organisasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan pelayanan.
Menurutnya, rumah sakit memiliki tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang berkualitas.
“Pelayanan kesehatan adalah bisnis kepercayaan. Dari sinilah kita harus terus bertumbuh dan berkembang, dengan memperkuat kualitas SDM serta memberikan pelayanan yang profesional,” demikian inti pesan yang disampaikan Leona dalam seminar tersebut.
SDM sebagai Penggerak Pertumbuhan
Leona menjelaskan bahwa pertumbuhan Primaya Hospital tidak terlepas dari peran SDM yang menjadi penggerak utama organisasi.
Primaya Hospital yang didirikan pada 2006 kini telah berkembang menjadi salah satu jaringan rumah sakit yang memiliki cakupan pelayanan di berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini, Primaya Hospital Group memiliki sekitar 3.000 tempat tidur, 6.700 karyawan, serta lebih dari 200 dokter spesialis yang mendukung operasional rumah sakit di berbagai daerah.
Jaringan Primaya Hospital juga telah berkembang di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
Kehadiran di berbagai daerah tersebut membuat organisasi harus mampu mengelola keberagaman budaya, karakter masyarakat, sekaligus kebutuhan tenaga kerja yang berbeda-beda.
Keberagaman tersebut justru dipandang sebagai kekuatan.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang mampu tumbuh bersama masyarakat di berbagai daerah.
Salah satu contohnya terlihat dari penggunaan identitas lokal pada beberapa rumah sakit.
Di Kalimantan, misalnya, istilah “Betang” yang berasal dari bahasa Dayak digunakan sebagai bagian dari identitas, yang mencerminkan rumah dan kehidupan bersama.
Kompetisi Bukan untuk Menjatuhkan, tetapi untuk Menjadi Lebih Baik
Dalam membangun talenta, Leona juga menekankan pentingnya pola pikir kompetitif yang sehat. Kompetisi tidak semata-mata diarahkan untuk mengalahkan pihak lain, tetapi menjadi motivasi agar setiap individu terus meningkatkan kemampuan, berpikir lebih baik, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Ia mendorong para pekerja untuk tidak terlalu berfokus pada kompetitor, melainkan berkonsentrasi pada tujuan, nilai, dan kualitas pelayanan yang ingin dicapai.
Menurutnya, setiap individu perlu memiliki motivasi untuk terus berkembang dan menghasilkan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Membangun Pemimpin dari Dalam Organisasi
Selain meningkatkan kompetensi teknis, Primaya Hospital juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kepemimpinan.
Leona menilai bahwa pemimpin tidak selalu harus berasal dari luar organisasi.
Talenta yang tumbuh dari dalam perusahaan perlu diberikan kesempatan untuk berkembang, mulai dari menjadi manajer hingga menduduki posisi strategis seperti direktur rumah sakit.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan bagi karyawan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Kemampuan berkomunikasi juga menjadi salah satu kompetensi penting bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin dituntut mampu menyampaikan gagasan dengan baik, berbicara di depan umum, membangun kepercayaan, serta menggerakkan tim untuk mencapai tujuan bersama.
Memperkuat Pelayanan Kesehatan Indonesia
Leona juga menyoroti masih besarnya kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan.
Rasio tempat tidur rumah sakit terhadap jumlah penduduk Indonesia masih perlu terus diperkuat agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan.
Karena itu, pertumbuhan rumah sakit tidak hanya berbicara mengenai penambahan fasilitas, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas SDM.
Primaya Hospital memandang bahwa investasi pada manusia merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang dalam pembangunan kesehatan Indonesia.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita benar-benar ingin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia,” menjadi salah satu pesan utama dalam paparan Leona.
Menjaga Hubungan Industrial yang Harmonis
Seminar tersebut juga membahas pentingnya hubungan industrial yang harmonis sebagai bagian dari keberlanjutan organisasi.
Selain Leona A. Karnali sebagai pembicara ketiga, kegiatan tersebut menghadirkan R. Abdullah, Ketua Umum PP Serikat Pekerja PSP KEP SPSI, sebagai pembicara dengan topik “Peluang dan Tantangan Serikat Pekerja di Era Perubahan Regulasi dan Transformasi Dunia Kerja”.
Pembicara lainnya adalah Dr. Ir. Yunus Priyongo, yang turut memberikan perspektif mengenai perkembangan dunia kerja, SDM, dan kesehatan kerja.
Melalui seminar ini, para peserta diajak melihat bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan finansial dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga oleh kualitas manusia, kepemimpinan, kesehatan dan keselamatan kerja, serta hubungan industrial yang sehat.
Dengan jumlah SDM yang terus bertambah dan jaringan pelayanan yang semakin luas, Primaya Hospital menempatkan pengembangan talenta sebagai salah satu fondasi penting untuk memastikan organisasi dapat terus tumbuh sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Talent is the driving force of growth. Bagi Primaya Hospital, pertumbuhan bukan sekadar bertambahnya jumlah rumah sakit atau fasilitas, tetapi bagaimana setiap orang di dalam organisasi dapat berkembang, menjadi pemimpin, dan bersama-sama menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
