ICE BSD , Poskota Nasional
PT Sukses Jaya Intertama (SJI) terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang menghadirkan beragam pilihan bisnis waralaba dan kemitraan di Indonesia. Mengusung konsep “palugada” — apa yang mitra butuhkan, tersedia, SJI menawarkan berbagai pilihan usaha mulai dari restoran, kafe, kuliner khas daerah, hingga layanan jasa.
Hal tersebut disampaikan Trianto Joko Sumarsono, S.Kom., Presiden Komisaris PT Sukses Jaya Intertama, saat ditemui di ajang The 25th IFRA 2026 yang berlangsung pada 25–30 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo.
Menurut Trianto, perjalanan perusahaan berawal dari konsep gerobakan dengan satu merek, Pasta Kangen, yang dikembangkan sejak 2015.
Seiring perjalanan bisnis, perusahaan kemudian memperluas portofolio dengan menghadirkan berbagai konsep usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kemampuan investasi mitra.
“Awalnya kami hanya punya satu brand, yaitu Pasta Kangen. Kemudian kami terus mengembangkan konsep dan menyempurnakan sistem franchise dengan metode kemitraan,” ujar Trianto.
Perjalanan tersebut kemudian melahirkan sejumlah merek dan konsep usaha lain, termasuk Foodpedia, yang berkembang sebagai salah satu konsep restoran dan tempat nongkrong. Foodpedia bahkan disebut masih memiliki pasar yang kuat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Perkembangan bisnis SJI juga mengikuti perubahan tren dan kebutuhan konsumen. Pada 2019, perusahaan menghadirkan Kopi Dari Hati, sebuah konsep kedai kopi yang menawarkan pilihan usaha dengan investasi yang lebih terjangkau.
Dua tahun kemudian, pada 2021, lahir konsep kafe lainnya, termasuk Tentang Kopi, yang menggandeng figur publik dan presenter Dwi Andhika sebagai bagian dari pengembangan brand.
Tidak hanya kuliner dan kafe, SJI juga mengembangkan sektor jasa. Portofolionya antara lain mencakup Baper Pangkas Rambut untuk layanan barbershop, Beauty Topia Salon untuk segmen kecantikan, serta bisnis otomotif seperti coating, detailing, dan car wash.
Memasuki 2024, SJI kembali memperluas portofolio melalui konsep kuliner khas Minang, yakni Minang Sepakat, yang mengusung identitas masakan Padang-Bukittinggi.
“Kalau saya simpulkan, konsep kami adalah palugada. Apa yang mitra mau, kami berusaha menyediakan. Mulai dari restoran, kafe, sampai jasa,” kata Trianto.
Investasi Fleksibel, Menyesuaikan Konsep
Salah satu keunggulan yang ditawarkan SJI adalah fleksibilitas model investasi.
Menurut Trianto, nilai investasi disesuaikan dengan konsep, ukuran lokasi, serta segmentasi pasar yang ingin dibidik mitra.
“Investasinya mulai dari sekitar Rp 95 juta dan bisa mencapai ratusan juta hingga sekitar Rp 1 miliar, tergantung konsep dan skala usahanya,” jelasnya.
Dengan variasi tersebut, SJI berupaya membuka peluang bagi calon mitra dari berbagai lapisan, tidak hanya investor dengan modal besar.
Selain pilihan investasi, fleksibilitas sistem kemitraan menjadi salah satu fokus perusahaan.
SJI berupaya menawarkan model bisnis yang dapat disesuaikan dengan karakteristik pasar dan kondisi lokasi masing-masing mitra.
Trianto menilai, kebutuhan terhadap bisnis dengan investasi relatif terjangkau masih cukup besar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Semua segmen sebenarnya bisa masuk. Tinggal kami lihat konsep dan segmennya.
Kalau kondisi perekonomian masyarakat sedang tidak stabil, tentu konsep dengan investasi yang lebih terjangkau menjadi salah satu pilihan,” ujarnya.
Kuliner dan Kafe Masih Menjadi Pilihan Mitra
Dari berbagai portofolio yang ditawarkan, sektor makanan dan minuman (F&B) masih menjadi salah satu bisnis yang banyak diminati calon mitra.
Konsep kuliner dengan identitas yang kuat, seperti makanan Padang-Bukittinggi melalui Minang Sepakat, menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Di sisi lain, konsep kafe seperti Kopi Dari Hati, Tentang Kopi, dan Tempat Bercakap juga terus mendapatkan perhatian dari calon mitra.
Menurut Trianto, tren bisnis F&B tetap memiliki daya tarik karena pasarnya luas dan dapat dikembangkan dengan berbagai pendekatan, mulai dari konsep harga terjangkau hingga konsep yang lebih premium.
Dari Pengalaman Menjadi Solusi bagi Mitra
Perjalanan panjang SJI dalam industri waralaba dan kemitraan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus mengembangkan sistem bisnisnya.
Trianto mengatakan, pengalaman sumber daya manusia (SDM) yang telah lama berkecimpung di industri franchise juga menjadi salah satu kekuatan perusahaan.
Bahkan, sejumlah pelaku dan pengembang brand di industri tersebut disebut memiliki pengalaman bekerja atau belajar dari ekosistem SJI sebelum kemudian mengembangkan brand mereka sendiri.
“Banyak SDM di industri ini yang sebelumnya pernah bersama kami. Ketika mereka kemudian melakukan ekspansi atau membuat brand baru, setidaknya ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan dari sini menjadi bekal,” ungkapnya.
SJI juga secara konsisten mengikuti berbagai pameran franchise dan kemitraan, termasuk IFRA, untuk memperkenalkan konsep bisnis sekaligus membuka akses bagi calon mitra.
Menargetkan Posisi Terdepan di Industri Franchise
Ke depan, SJI menargetkan dapat menjadi salah satu pemain terdepan sekaligus memberikan solusi bisnis bagi para mitranya.
“Harapan kami, Sukses Jaya Intertama bisa menjadi nomor satu dan menjadi solusi bagi para mitra usaha,” tegas Trianto.
Dengan portofolio yang mencakup restoran, kafe, makanan khas daerah, barbershop, salon kecantikan, hingga layanan otomotif, SJI ingin membangun ekosistem bisnis yang memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha.
“Intinya, kami ingin memberikan pilihan. Mau restoran ada, mau kafe ada, mau jasa juga ada. Kami menyesuaikan dengan kebutuhan mitra dan peluang pasar,” pungkas Trianto.
PT Sukses Jaya Intertama berkantor di Graha SJI, Jalan Gereja Ayam No. 11, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kehadiran perusahaan dalam The 25th IFRA 2026 menjadi bagian dari upaya SJI untuk memperluas jaringan kemitraan sekaligus memperkenalkan berbagai peluang bisnis kepada masyarakat Indonesia.
