Jakarta , Poskota Nasional
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi yang semakin luas, fleksibel, dan mampu mendukung perkembangan berbagai model bisnis digital. Menjawab kebutuhan tersebut, InfraNexia terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri untuk memperluas akses terhadap infrastruktur konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ester Elisabeth Aspin dari tim Marketing Communication InfraNexia dalam gelaran Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Ester, perkembangan layanan digital tidak hanya membutuhkan inovasi pada sisi aplikasi maupun platform. Di balik pertumbuhan tersebut, terdapat kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu menghubungkan bisnis, jaringan, data center, hingga pengguna akhir secara konsisten.
“Transformasi digital pada akhirnya tetap membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat. Karena itu, kami melihat konektivitas bukan hanya sebagai layanan, tetapi sebagai enabler agar pelaku industri dapat memperluas bisnis, meningkatkan kapasitas, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Ester.
InfraNexia hadir sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang mendukung kebutuhan berbagai pelaku industri, mulai dari internet service provider (ISP), perusahaan ICT, hingga system integrator.
Melalui portofolio konektivitas dan infrastructure sharing yang dimiliki, InfraNexia membuka peluang bagi pelanggan untuk mengembangkan jaringan dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mengoptimalkan investasi sekaligus mempercepat ekspansi layanan.
“Tidak semua perusahaan harus membangun seluruh infrastrukturnya dari awal.
Kami ingin memberikan ruang bagi partner untuk lebih fokus pada pengembangan layanan dan bisnis mereka, sementara kebutuhan infrastrukturnya dapat kami dukung melalui jaringan dan aset yang tersedia,” jelas Ester.
Portofolio InfraNexia mencakup berbagai kebutuhan konektivitas, antara lain MetroNexia, IP Transit, broadband, serta solusi infrastructure sharing. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan jaringan masing-masing pelanggan.
Bagi InfraNexia, pengembangan infrastruktur bersama juga menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong ekosistem telekomunikasi yang lebih efisien.
Kolaborasi antara pemilik infrastruktur dengan penyedia layanan memungkinkan ekspansi jaringan dilakukan tanpa harus selalu disertai pembangunan aset baru secara terpisah.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika kebutuhan konektivitas terus berkembang hingga ke luar pusat-pusat ekonomi utama.
“Indonesia memiliki karakteristik geografis dan kebutuhan pasar yang sangat beragam. Karena itu, pemerataan konektivitas tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Dibutuhkan kolaborasi antara infrastructure provider, ISP, ICT company, system integrator, dan berbagai bagian lain dalam ekosistem digital,” kata Ester.
Ia menambahkan, keberadaan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan bersama berpotensi mempercepat perluasan layanan sekaligus menciptakan pengembangan jaringan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam menjalankan perannya, InfraNexia juga menempatkan keandalan jaringan dan kualitas layanan sebagai bagian penting dari pengalaman pelanggan.
Dukungan tersebut diperkuat melalui service level agreement (SLA) untuk menjaga performa layanan sesuai kebutuhan operasional pelanggan.
Keikutsertaan InfraNexia dalam INTI 2026 menjadi salah satu upaya perusahaan untuk membangun interaksi lebih dekat dengan pelaku industri teknologi.
Selain memperkenalkan solusi yang dimiliki, kehadiran tersebut dimanfaatkan untuk memahami perkembangan kebutuhan pasar dan menjajaki peluang kerja sama baru.
“Event seperti INTI mempertemukan banyak bagian dari ekosistem teknologi dalam satu tempat. Bagi kami, ini menjadi kesempatan untuk tidak hanya memperkenalkan InfraNexia, tetapi juga mendengarkan kebutuhan industri dan melihat bentuk kolaborasi apa yang bisa kita bangun bersama,” ungkap Ester.
Indonesia Technology & Innovation 2026 berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo, Jakarta. Pameran ini menghadirkan perusahaan dan pelaku industri dari berbagai bidang, mulai dari artificial intelligence (AI), cloud, cybersecurity, telekomunikasi, hingga infrastruktur digital.
Melalui partisipasinya dalam INTI 2026, InfraNexia berharap dapat memperluas jejaring dengan perusahaan ICT, system integrator, ISP, serta pelaku industri lain yang membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi untuk mengembangkan bisnisnya.
“Kami ingin InfraNexia dikenal bukan hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi sebagai partner infrastruktur yang dapat tumbuh bersama pelanggan.
Ketika partner kami ingin connect, scale, dan grow, kami ingin memastikan infrastrukturnya siap mendukung perjalanan tersebut,” tutup Ester saat ditemui di Booth Pameran INTI di Jiexpo Kemayoran kepada Poskota Nasional
