ICE BSD, Poskota Nasional
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sektor agromaritim, agar mampu menembus pasar internasional dan menjadi eksportir mandiri. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan, fasilitasi akses pasar, pelatihan digital marketing, hingga business matching dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Hal tersebut disampaikan Dr. Hj. Aryanti Dwiyani, S.Pt., M.Pd., Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, saat ditemui dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, pada 14 Oktober 2026.
Menurut Aryanti, pendampingan yang berkesinambungan menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mengelola proses ekspor secara mandiri.
“Untuk membuka akses pasar, tentu kami harus terus melakukan pendampingan. Kami membantu memfasilitasi akses pasar, memberikan materi digital marketing, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli melalui business matching. Harapannya, ketika kesempatan itu datang, mereka sudah siap dan mampu menjalankan ekspor secara mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini sejumlah pelaku usaha di NTB sebenarnya telah terlibat dalam kegiatan ekspor. Namun, sebagian masih mengandalkan pihak lain untuk membawa produk mereka ke pasar internasional. Karena itu, pemerintah daerah kini mendorong transformasi agar pelaku usaha dapat mengelola sendiri proses pemasaran dan ekspornya.
Hasil pendampingan tersebut mulai terlihat dari keberhasilan sejumlah produk lokal NTB menembus pasar luar negeri. Di antaranya, produk kemiri yang dipasarkan ke Jepang , dikirim ke Perancis 3 kontainer adalah handy craft dan homedecore berbahan ketak serta vanila yang berhasil dikirim ke Amerika Serikat hingga tiga kontainer, Vanila ke USA betul setiap tahun terakhir 1 kontaner 24/9/2026 bersamaan dengan ekspor kemiri 1 kontainer juga ke jepang di hari yang sama ,ujar Dr Ariyanti.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk unggulan NTB memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global apabila didukung peningkatan kualitas, kesiapan usaha, akses pasar, dan kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan ekspor.
“Yang kami harapkan adalah kesinambungan pendampingan. Kami terus memberikan fasilitasi dan dukungan agar semakin banyak pelaku usaha yang benar-benar mandiri sebagai eksportir,” kata Aryanti.
Mendorong Lapangan Kerja dan Wirausaha Generasi Muda
Lebih lanjut, Aryanti menegaskan bahwa pengembangan eksportir mandiri tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Sektor agromaritim dinilai memiliki peluang usaha yang besar, terutama bagi generasi muda yang ingin mengembangkan potensi daerah melalui kegiatan kewirausahaan. Generasi muda diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi juga berani membangun usaha, mengembangkan produk lokal, dan menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, NTB memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kualitas produk, serta pemenuhan standar dan legalitas usaha.
“Peluang usaha di sektor agromaritim sangat besar. Kami ingin generasi muda ikut terlibat, menjadi pengusaha, dan meningkatkan nilai tambah produk lokal yang memiliki ciri khas daerah. Dengan begitu, mereka tidak hanya menciptakan usaha untuk dirinya sendiri, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelasnya.
Fasilitasi Legalitas dan Sertifikasi Produk
Untuk memastikan produk lokal mampu bersaing dan memenuhi persyaratan pasar, Disperindag Provinsi NTB juga terus membantu pelaku usaha dalam memenuhi berbagai aspek legalitas dan standardisasi produk.
Pendampingan tersebut mencakup fasilitasi sertifikasi halal, pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai kebutuhan produk, serta pengurusan perizinan ,tambah Dr Ariyanti Kepada Poskota Nasional .
