TANGERANG, POSKOTA NASIONAL
Amanda Brownies terus memperluas bisnisnya setelah lebih dari dua dekade berkembang di industri makanan dan minuman Indonesia. Perusahaan yang berawal dari Bandung pada 1999 ini kini bersiap memasuki pasar internasional dengan menjadikan Malaysia sebagai salah satu tujuan ekspansi pada 2026.
Area Manager Amanda Brownies, Sugiarto Hadinoto, mengatakan bahwa langkah menuju pasar global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan produk khas Indonesia kepada konsumen di luar negeri.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui Poskota Nasional dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu, 14 Oktober 2026.
“Alhamdulillah, Amanda Brownies sudah berkembang selama kurang lebih 25 tahun. Selain bisnis brownies, kami juga mengembangkan berbagai unit usaha lainnya. Sekarang, kami ingin melangkah lebih jauh dengan membawa Amanda Brownies ke pasar internasional, dimulai dari Malaysia,” ujar Sugiarto.
Menurutnya, persiapan untuk memasuki pasar Malaysia telah mencapai sekitar 89 persen, mencakup proses perizinan hingga persiapan distribusi produk. Perusahaan menargetkan pembukaan sekitar tiga hingga lima gerai pada tahap awal, dengan tetap menyesuaikan strategi pemasaran dan operasional terhadap kondisi pasar setempat.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar Malaysia, produk akan dikirim dari Indonesia. Ke depan, perusahaan juga membuka peluang pengembangan jalur produksi dan distribusi dari wilayah lain yang lebih dekat dengan negara tujuan ekspor, sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Pertahankan Ciri Khas Brownies Original
Di tengah rencana ekspansi tersebut, Amanda Brownies tetap mempertahankan produk andalannya, yakni brownies original yang menjadi salah satu produk terlaris sejak pertama kali diperkenalkan.
Sugiarto menjelaskan, brownies original memiliki karakteristik rasa cokelat yang khas dan telah menjadi identitas merek selama bertahun-tahun. Selain varian original, perusahaan juga menghadirkan beragam pilihan rasa, seperti sarikaya pandan, blueberry, dan varian lainnya untuk memenuhi selera konsumen.
Saat ini, Amanda Brownies memiliki lebih dari 60 varian produk yang terus dikembangkan mengikuti kebutuhan pasar. Inovasi tidak hanya dilakukan pada produk brownies, tetapi juga merambah kategori makanan ringan dan produk ritel, termasuk cookies.
Pengembangan tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menjangkau konsumen dari berbagai kelompok usia dan segmen pasar. Produk Amanda Brownies juga kerap dipilih sebagai hidangan untuk berbagai kesempatan, mulai dari konsumsi keluarga hingga hadiah ulang tahun.
Dari sisi harga, brownies dengan berat sekitar 650 gram di sejumlah wilayah dipasarkan mulai kisaran Rp50.000. Sementara itu, produk ritel dalam kemasan 70 gram dibanderol sekitar Rp17.000 per kemasan. Harga dapat berbeda menyesuaikan wilayah pemasaran dan jenis produk.
Saat ini, jaringan pemasaran Amanda Brownies telah menjangkau sembilan wilayah, termasuk hingga Batam. Perusahaan terus berupaya memperkuat pasar domestik sembari mempersiapkan ekspansi ke luar negeri.
Brownies Beku Jadi Strategi Menembus Pasar Ekspor
Salah satu tantangan dalam memperluas pasar internasional adalah menjaga kualitas produk selama proses pengiriman. Untuk menjawab tantangan tersebut, Amanda Brownies mengembangkan produk brownies beku atau frozen brownies sebagai alternatif distribusi ke pasar luar negeri.
Sugiarto menjelaskan, brownies yang dipasarkan dalam kondisi reguler memiliki masa simpan terbatas, yakni maksimal sekitar 45 hari. Melalui pengembangan produk beku, perusahaan berharap dapat menjaga kualitas produk selama penyimpanan dan pengiriman sesuai dengan ketentuan penanganan yang berlaku.
Inovasi ini menjadi bagian penting dalam persiapan ekspor karena memungkinkan perusahaan mengembangkan sistem distribusi yang lebih sesuai untuk menjangkau pasar internasional ujarnya.
