Dengan wakil Mentri Perdagangan Ibu Dyah Roro Esti
BSD, Poskota Nasional
PT Kemenangan terus memperkuat kiprahnya di industri kelautan nasional dengan menghadirkan beragam produk berbahan polietilen (PE), termasuk perahu penyelamatan yang dirancang untuk mendukung penanggulangan bencana, kebutuhan nelayan, hingga operasional transportasi perairan.
Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, guna memperluas pemanfaatan produk penyelamatan yang tangguh dan siap digunakan.

Direktur PT Kemenangan, Ari Wibisono, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Minggu (18/10/2026). Dalam pameran tersebut, PT Kemenangan menjadi salah satu perusahaan yang menempati paviliun industri strategis yang difasilitasi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Menurut Ari, salah satu keunggulan utama produk perahu polietilen PT Kemenangan terletak pada proses produksinya yang menggunakan teknologi rotomolding atau cetak putar. Metode ini memungkinkan badan perahu dibuat secara utuh tanpa sambungan, sehingga lebih kuat dan meminimalkan risiko kebocoran.
“Perahu berbahan polietilen ini jauh lebih kuat dibandingkan perahu karet. Kalau terkena benda tajam, perahu karet lebih mudah sobek. Sementara itu, perahu polietilen kami dirancang lebih tangguh untuk menghadapi kondisi penggunaan yang berat,” ujar Ari.

Ia menjelaskan, keunggulan tersebut menjadikan perahu polietilen sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kegiatan penyelamatan dan penanggulangan bencana, khususnya di wilayah yang membutuhkan sarana transportasi air yang andal. Produk ini juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan nelayan, penyeberangan, serta berbagai aktivitas maritim lainnya.
PT Kemenangan saat ini memproduksi perahu polietilen dengan panjang mulai 2,6 meter hingga 10 meter.
Perusahaan juga dapat mempertimbangkan pengembangan ukuran yang lebih besar sesuai kebutuhan pelanggan, dengan dukungan investasi dan penyesuaian kapasitas mesin produksi.
Ari mengungkapkan, pada 22 Juli lalu, perusahaan memperoleh Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui produksi kapal polietilen sepanjang 10 meter tanpa sambungan.
Pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuan teknologi manufaktur perusahaan dalam menghasilkan produk berukuran besar dengan konstruksi yang utuh.
Untuk kebutuhan penanggulangan bencana, Ari menyebut perahu berukuran 3,5 meter dan 3,7 meter sebagai model yang paling banyak diminati. Selain itu, tersedia berbagai model lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional pengguna.
Dari sisi harga, perahu berukuran kecil dibanderol mulai sekitar Rp 10 juta, bergantung pada model dan spesifikasinya, sedangkan perahu berukuran 10 meter dapat mencapai sekitar Rp 200 juta. Harga tersebut belum termasuk mesin.
Dengan beragam pilihan ukuran dan model, perusahaan berupaya menyediakan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran pelanggan.
Selain perahu, PT Kemenangan memproduksi berbagai perlengkapan kelautan, antara lain rubber fender, rubber bumper, bollard, rubber hose, PVC hose, mooring buoy, steel buoy, PE buoy, dan PE float.
Produk-produk tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan dermaga, pelabuhan, kapal, serta berbagai kegiatan industri maritim.
Perusahaan juga telah memasarkan perahu dan mesin untuk mendukung kegiatan nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah produknya telah digunakan oleh berbagai pihak, termasuk pelanggan dari sektor kelautan dan perikanan.
Dalam hal kandungan lokal, Ari menyebut tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk perusahaan telah mencapai lebih dari 50 persen.
Bahan baku polietilen tersedia di Indonesia, meskipun perusahaan juga melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam skala besar.
Di pasar internasional, PT Kemenangan telah mengekspor produknya ke sekitar 25 negara, mencakup kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Australia, Tambah Ari wibisono kepada Poskota Nasional
