ICE BSD, Poskota Nasional
Produsen makanan ringan IndoSnack mulai memperluas langkah bisnisnya ke pasar internasional setelah memperkuat pemasaran di dalam negeri selama hampir delapan tahun. Melalui keikutsertaannya dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, perusahaan berupaya menjaring calon pembeli dari berbagai negara sekaligus membuka peluang ekspor untuk produk makanan ringan unggulannya.
Alvin, Sales IndoSnack, mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman tersebut telah mengembangkan produknya sejak 2017. Pada tahap awal, IndoSnack berfokus membangun pasar domestik sebelum mulai menjajaki peluang yang lebih luas di luar negeri.
Untuk pasar Indonesia, produk IndoSnack telah dipasarkan di sejumlah kota besar, antara lain Medan, Jakarta, Pekanbaru, Batam, dan Palembang.
“Sejak 2017, kami fokus mengembangkan pasar lokal terlebih dahulu. Sekarang kami mulai melihat peluang untuk meningkatkan kelas bisnis dan memperluas jangkauan pasar ke luar negeri. Salah satu caranya adalah melalui Trade Expo Indonesia, karena di sini kami bisa bertemu dengan calon pembeli dari berbagai negara,” ujar Alvin saat ditemui awak media Poskota Nasional di stan IndoSnack pada pameran TEI, Minggu (18/10/2026).
Menurut Alvin, pameran perdagangan internasional seperti TEI memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon mitra bisnis yang mungkin sulit dijangkau melalui pemasaran biasa.
Melalui pertemuan tersebut, IndoSnack berharap dapat membangun jaringan distribusi baru, memperoleh mitra potensial, dan menindaklanjuti minat calon pembeli dari berbagai negara.
Kentang Asli Jadi Keunggulan Produk
Salah satu keunggulan yang ditawarkan IndoSnack adalah penggunaan kentang asli sebagai bahan baku utama produk keripik kentangnya. Perusahaan juga mengembangkan variasi rasa untuk menjangkau konsumen dengan preferensi berbeda.
Alvin menjelaskan, IndoSnack menghadirkan sejumlah pilihan rasa, mulai dari original hingga varian dengan cita rasa yang lebih kuat, seperti salted, green chili, dan varian lainnya.
Dua produk yang menjadi andalan penjualan perusahaan adalah Potato Original dan Potato Classic. Selain produk berbahan dasar kentang, IndoSnack juga mulai memperkenalkan produk berbahan tempe yang mengangkat salah satu makanan khas Indonesia.
“Kami menggunakan kentang asli, dan itu menjadi salah satu pembeda produk kami. Kami juga memiliki produk berbahan tempe yang ingin kami kembangkan lebih jauh. Tempe merupakan produk lokal yang autentik dari Indonesia dan memiliki peluang untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Dari sisi konsumen, produk IndoSnack menyasar berbagai kelompok usia, bukan hanya anak-anak, tetapi juga kalangan dewasa. Perusahaan menilai makanan ringan memiliki pasar yang luas karena dapat dinikmati dalam berbagai kesempatan.
IndoSnack juga menekankan penggunaan bahan baku yang ditonjolkan sebagai keunggulan produk, dengan menghindari penggunaan bahan tambahan artifisial tertentu sesuai formulasi produknya.
Untuk harga, produk IndoSnack ditawarkan mulai dari sekitar Rp12.000 hingga Rp15.000 untuk sejumlah varian, sedangkan produk premium dibanderol hingga sekitar Rp40.000.
Menurut Alvin, penetapan harga tersebut disesuaikan dengan kualitas bahan baku dan karakteristik produk yang ditawarkan kepada konsumen.
“Kami ingin konsumen memahami bahwa harga yang ditawarkan sejalan dengan kualitas bahan baku yang kami gunakan. Bagi kami, harga harus tetap kompetitif, tetapi kualitas juga harus menjadi nilai utama yang bisa kami tunjukkan kepada konsumen,” katanya.
Jajaki Peluang Ekspor dan Perluas Pasar
Setelah membangun pasar domestik, IndoSnack kini mulai membuka peluang pemasaran internasional. Malaysia menjadi salah satu negara yang dibidik untuk pengembangan ekspor, sementara perusahaan terus menjajaki kesempatan untuk memasuki pasar negara lain ujar
Alvin kepada Poskota Nasional
