Jakarta, Poskota Nasional.
Semangat persatuan dan rekonsiliasi menjadi pesan utama dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) sekaligus Rekonsiliasi Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ketua Dewan Kehormatan AAI, Fahmi Assegaf, menyambut baik terlaksananya rekonsiliasi sebagai momentum penting untuk menyatukan seluruh elemen organisasi demi membesarkan AAI sebagai organisasi profesi advokat yang semakin profesional.
“Saya menyambut gembira rekonsiliasi ini. Artinya kita bersatu untuk satu tujuan, yaitu membesarkan dan memikirkan organisasi profesi yang kita cintai. AAI memiliki sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi para pendirinya. Karena itu, persatuan harus menjadi prioritas kita bersama,” ujar Fahmi Assegaf.
Menurut Fahmi, AAI bukan sekadar organisasi berbasis perkumpulan, tetapi memiliki nilai historis yang kuat sejak berdirinya pada 27 Juli 1990.
Oleh sebab itu, seluruh anggota diharapkan dapat mengedepankan semangat kebersamaan demi menjaga marwah organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan hanya menjadi simbol penyatuan, tetapi juga langkah nyata untuk memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan profesi advokat ke depan.
Terkait agenda MUNASLUB, Fahmi menjelaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kepanitiaan maupun seksi acara sehingga tidak memberikan komentar mengenai teknis pelaksanaan maupun mekanisme persidangan.
Mengenai bakal calon Ketua Umum AAI, Fahmi menyebut sejauh yang diketahuinya baru terdapat nama Jamin Ginting.
Namun, ia berharap akan muncul kandidat-kandidat lain agar proses demokrasi di dalam organisasi semakin terbuka dan kompetitif.
“Mudah-mudahan semakin banyak calon yang maju sehingga demokrasi di organisasi berjalan dengan baik. Yang terpenting adalah siapa pun yang terpilih nantinya dapat membawa AAI semakin maju dan profesional,” katanya.
Fahmi juga menilai bahwa setelah proses rekonsiliasi berjalan, berbagai perbedaan yang pernah terjadi hendaknya diselesaikan dengan semangat persaudaraan.
Bahkan, menurutnya, apabila diperlukan perubahan atau penyempurnaan nama dalam rangka penyatuan organisasi, hal tersebut bukan menjadi persoalan utama.
“Apa arti sebuah nama jika tujuan kita adalah membesarkan organisasi.
Yang terpenting adalah bagaimana kita memperkuat AAI dan merekrut generasi muda untuk bergabung menjadi anggota sehingga regenerasi organisasi berjalan dengan baik,” tegasnya.
Acara MUNASLUB AAI dan Rekonsiliasi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pengurus organisasi, termasuk Haikal Assegaf yang mendampingi Fahmi Assegaf selama kegiatan berlangsung. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal semakin solidnya AAI dalam menjalankan perannya sebagai organisasi profesi advokat yang independen, bermartabat, dan profesional.
