PT Jayatama Selaras Dorong Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan untuk Industri Farmasi dan Kosmetik
Jakarta , Poskota Nasional
Megawati: Material plastik berkelanjutan menjadi alternatif bagi industri kemasan di tengah tuntutan global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.
PT Jayatama Selaras terus mendorong inovasi kemasan plastik yang lebih ramah lingkungan untuk menjawab kebutuhan industri dan meningkatnya tuntutan global terhadap keberlanjutan.
Perusahaan yang telah berkiprah selama 23 tahun ini berfokus pada penyediaan kemasan untuk industri farmasi dan kosmetik, serta melayani kebutuhan sektor makanan dan minuman (food and beverage), produk herbal, hingga perlengkapan pemberian makan bayi (baby feeding).
Direktur Operasional PT Jayatama Selaras, Megawati, mengatakan bahwa plastik masih menjadi salah satu pilihan material kemasan yang ekonomis dan banyak digunakan oleh berbagai industri. Namun, tantangan lingkungan akibat limbah plastik mendorong produsen untuk terus mencari alternatif material yang lebih berkelanjutan.
“Plastik memang merupakan kemasan yang ekonomis, tetapi kita juga harus memikirkan dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu, kami berupaya mencari solusi agar kemasan yang kami produksi dapat semakin ramah lingkungan, salah satunya melalui penggunaan material daur ulang maupun material alternatif yang berpotensi terurai di alam,” ujar Megawati saat ditemui seusai seminar di booth Hall D pada pameran Allpack Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menjajaki Material Alternatif untuk Kemasan Berkelanjutan
Salah satu langkah yang tengah dijajaki PT Jayatama Selaras adalah pemanfaatan material alternatif yang dirancang untuk memiliki karakteristik lebih ramah lingkungan, termasuk material yang berpotensi terurai dalam kondisi lingkungan tertentu.
Menurut Megawati, pengembangan kemasan berbahan alternatif perlu mempertimbangkan kesesuaian material dengan fungsi dan karakteristik produk yang akan dikemas.
Hal ini terutama penting untuk kemasan farmasi dan kosmetik yang membutuhkan persyaratan tertentu terkait keamanan, ketahanan, dan kompatibilitas material dengan isi produk.
Karena itu, penggunaan material baru tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui tahapan pengujian. Perusahaan perlu melakukan uji coba produksi (trial), termasuk menyesuaikan cetakan (molding) serta mengevaluasi kesesuaian kemasan dengan produk yang akan digunakan.
“Kalau ada pelanggan yang tertarik menggunakan material ini, tentu kami akan melakukan penjajakan lebih lanjut.
Kami perlu memastikan bahwa material tersebut sesuai dengan produk yang akan dikemas, termasuk melalui uji coba dan evaluasi terhadap hasil kemasannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, material alternatif juga dapat dipertimbangkan untuk produk-produk tertentu, termasuk perlengkapan makan sekali pakai, dengan tetap memperhatikan karakteristik material dan kebutuhan penggunaannya.
Sementara itu, untuk botol berisi cairan, diperlukan kajian lebih lanjut terkait ketahanan dan kompatibilitas material agar kualitas produk tetap terjaga.
Menjawab Tuntutan Pelanggan dan Tren Global
Megawati mengungkapkan bahwa perhatian terhadap kemasan ramah lingkungan semakin meningkat di kalangan pemilik merek (brand owner).
Sejumlah pelanggan PT Jayatama Selaras mulai mempertimbangkan penggunaan material yang lebih berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan pasar.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi industri kemasan untuk menghadirkan inovasi tanpa mengabaikan aspek fungsional, kualitas, dan efisiensi biaya.
Bagi PT Jayatama Selaras, pengembangan kemasan ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan pelanggan sekaligus mengikuti arah perkembangan industri kemasan global.
Melalui partisipasinya dalam pameran Allpack Indonesia, perusahaan juga membuka peluang untuk berdiskusi dan menjajaki kerja sama dengan pelanggan maupun calon mitra yang tertarik mengembangkan solusi kemasan berbasis material alternatif ,ujar Megawati kepada Poskota Nasional
