oplus_34
ICE BSD , Poskota Nasional
Trade Expo Indonesia 2026 Jadi Momentum Perluas Pasar Global dan Perkuat Daya Saing Produk Lokal
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif, salah satunya melalui peningkatan kontribusi produk olahan yang sebelumnya di bawah 5 persen menjadi sekitar 20 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, saat ditemui Poskota Nasional di sela-sela pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 14 Oktober 2026.
Menurut Lalu Wiranata, dukungan penuh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM daerah agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.
Pemerintah daerah NTB meyakini bahwa akses pasar luar negeri tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produksinya.
“Kalau kita mencari pasar ke luar negeri, nilai produk kita akan bertambah. Motivasi pelaku UMKM untuk membuat produk yang lebih bagus juga akan terus meningkat. Yang paling penting, penyerapan tenaga kerja menjadi jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia mencontohkan perkembangan salah satu usaha yang sebelumnya hanya mempekerjakan sekitar 10 orang, tetapi kini mampu menyerap lebih dari 100 tenaga kerja. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perluasan pasar dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja di daerah.
Perkuat Kurasi dan Standar Produk UMKM
Untuk meningkatkan daya saing, Pemprov NTB menjalankan pendampingan terhadap UMKM melalui peningkatan standar produk dan penguatan sistem kurasi. Pemerintah daerah juga melibatkan konsultan dari Jawa Timur untuk membantu pelaku usaha memenuhi standar pasar yang lebih luas.
Kurasi produk dilakukan secara berkala setiap bulan. Melalui proses tersebut, pelaku UMKM mendapatkan evaluasi mengenai kekurangan produk serta aspek-aspek yang perlu disempurnakan, mulai dari kualitas hingga kesiapan produk untuk dipasarkan.
Pemprov NTB juga menyiapkan kurator di kabupaten dan kota melalui pelatihan agar proses seleksi dan pembinaan produk dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami menyiapkan kurator di kabupaten dan kota. Setiap bulan ada produk yang dikurasi, sehingga kami bisa mengetahui apa yang masih kurang dan apa yang perlu disempurnakan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM,” jelasnya.
Selain kurasi, Pemprov NTB menghadirkan showroom di Sarinah, Mataram, sebagai ruang pemasaran bagi produk-produk UMKM yang telah lolos kurasi. Fasilitas ini diharapkan dapat mempertemukan produk lokal dengan konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk NTB.
Hasilnya mulai terlihat dalam sejumlah kegiatan promosi, termasuk saat penyelenggaraan MotoGP. Produk-produk UMKM yang dipasarkan melalui showroom tersebut mendapatkan respons positif, dengan transaksi yang disebut mencapai nilai miliaran rupiah.
Dorong Jiwa Kewirausahaan Generasi Muda
Lalu Wiranata menegaskan bahwa tantangan pengembangan UMKM bukan hanya terletak pada ketersediaan modal dan peralatan, tetapi juga pada penguatan mentalitas kewirausahaan.
Menurutnya, sebagian pelaku usaha masih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan belum sepenuhnya memiliki dorongan untuk memperbesar skala bisnis. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelaku UMKM, khususnya generasi muda dan milenial, agar memiliki visi usaha yang lebih kuat, berani berinovasi, dan mampu melihat peluang pasar.
Dukungan pemerintah diberikan melalui fasilitasi akses pembiayaan, peralatan produksi, serta pendampingan usaha.
Pemerintah juga berperan membantu pelaku UMKM mengakses pembiayaan melalui skema yang sesuai ,tambah Lalu Wiranata Kadis deperindag Provinsi NTB kepada Poskota Nasional .
