NICE PIK 2 , Poskota Nasional
Tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut mengubah perilaku konsumen di sektor teknik pendingin.
Di tengah meningkatnya biaya pengadaan peralatan baru, konsumen kini semakin mempertimbangkan opsi perbaikan atau repair sebelum memutuskan mengganti peralatan dengan produk baru.
Fenomena tersebut menjadi salah satu perhatian Global Cool, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi spare part dan peralatan teknik pendingin.
Hal itu disampaikan Wawan Chandra, Direktur Global Cool , saat ditemui pada ajang Building Interiors & Furnish Expo (BIFEX) 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Rabu (9/9/2026).
Menurut Wawan, kondisi ekonomi dan kenaikan harga produk impor membuat konsumen semakin rasional dalam menentukan pilihan.
“Sekarang karena inflasi dan kurs dolar yang cukup tinggi, banyak orang memilih memperbaiki daripada mengganti.
Kalau masih bisa diperbaiki, mereka akan memperbaikinya. Kecuali memang sudah tidak bisa diperbaiki, baru mereka membeli yang baru,” ujar Wawa Chandra .
Berpengalaman Sejak 1986
Global Cool memiliki pengalaman panjang di industri teknik pendingin.
Perusahaan tersebut telah beroperasi sejak 1986 dan kini memasuki generasi kedua dalam pengelolaannya.
Pada awal perkembangannya, Global Cool fokus pada penjualan berbagai kebutuhan spare part dan peralatan pendingin, termasuk kompresor, freon, serta berbagai perlengkapan teknik pendingin.
Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan saat ini memiliki fokus distribusi di dua pasar utama, yaitu Jakarta dan Surabaya, dengan cakupan layanan yang menyesuaikan jaringan dan dukungan dari para supplier.
“Kami sebenarnya sudah ada sejak 1986. Sekarang ini kami merupakan generasi kedua. Dari awal memang fokus kami di bidang spare part pendingin, seperti kompresor, freon, dan peralatan lainnya,” jelas Wawa.
Fokus Produk Menengah hingga Atas
Global Cool memposisikan produknya pada segmen menengah hingga atas.
Produk yang dipasarkan berasal dari berbagai brand, termasuk merek yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat, dengan proses produksi yang umumnya dilakukan di negara-negara manufaktur Asia.
Menurut Wawa, kualitas dan standar produksi tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk yang dipasarkan.
“Walaupun mereknya Eropa atau Amerika, sekarang banyak yang made in Asia. Yang penting bagi kami adalah produk tersebut memenuhi standar dan sesuai dengan ketentuan dari pabriknya,” katanya.
Dari sisi layanan purna jual, produk yang didistribusikan Global Cool umumnya mendapatkan garansi.
Durasi garansi berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing supplier, mulai dari satu tahun hingga sekitar tiga tahun. Secara umum, produk yang dipasarkan perusahaan memperoleh garansi antara satu hingga dua tahun.
Menyasar Kontraktor dan Teknisi
Pasar utama Global Cool berasal dari kalangan profesional di sektor teknik pendingin, terutama kontraktor dan teknisi. Karakteristik produk yang digunakan juga menuntut kesesuaian dengan standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh produsen.
Wawa Chandra, menjelaskan bahwa sebagian besar konsumen profesional memahami pentingnya menggunakan produk yang sesuai dengan spesifikasi pabrik, sehingga ruang untuk melakukan modifikasi produk secara sembarangan relatif terbatas.
“Pasarnya lebih banyak ke kontraktor dan teknisi. Untuk produk seperti ini, semuanya harus sesuai dengan standar dan spesifikasi dari pabrik,” ujarnya.
Teknologi Pendingin Berkembang Relatif Stabil
Berbeda dengan sejumlah industri teknologi yang mengalami perkembangan sangat cepat, Wawan menilai perkembangan teknologi pada sistem pendingin
konvensional relatif stabil.
Perubahan yang lebih terlihat dalam beberapa tahun terakhir justru terjadi pada sistem yang berkaitan dengan kontrol elektronik dan controller.
“Kalau teknologi pendingin secara keseluruhan, perkembangannya tidak terlalu cepat. Sistem dasarnya relatif sama. Yang mulai berkembang adalah teknologi yang bersentuhan dengan kontrol elektronik,” kata Wawa.
Menurutnya, komponen seperti kompresor masih mempertahankan prinsip kerja yang telah lama digunakan, meskipun terdapat peningkatan pada efisiensi, desain, kontrol, serta teknologi pendukungnya.
Kondisi tersebut sekaligus membuat keberadaan industri spare part tetap memiliki prospek.
Selama peralatan pendingin masih dapat diperbaiki dan komponen penggantinya tersedia, pengguna memiliki alternatif untuk memperpanjang masa pakai peralatan dibandingkan melakukan investasi baru.
Repair Menjadi Pilihan Rasional
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, tren repair diperkirakan tetap menjadi bagian penting dari pasar teknik pendingin.
Bagi pemilik gedung, fasilitas komersial, industri, maupun pengguna sistem pendingin lainnya, memperbaiki peralatan yang masih layak beroperasi dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan mengganti seluruh unit.
Global Fund melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk terus memperkuat ketersediaan spare part dan peralatan pendingin berkualitas bagi pasar profesional di Indonesia.
Keikutsertaan perusahaan dalam Building Interiors & Furnish Expo 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun komunikasi dengan pelaku industri, kontraktor, teknisi, dan pengguna sistem pendingin.
Dengan pengalaman hampir empat dekade, Global Fund optimistis kebutuhan terhadap spare part pendingin tetap memiliki pasar yang kuat, khususnya selama konsumen masih mempertimbangkan efisiensi biaya, ketersediaan komponen, kualitas produk, dan layanan purna jual.
Tentang Global Cool
Global Cool merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi spare part dan peralatan teknik pendingin, dengan pengalaman sejak 1986. Perusahaan melayani kebutuhan pasar profesional, khususnya kontraktor dan teknisi, dengan fokus pada produk segmen menengah hingga atas serta dukungan garansi dari supplier.
