JAKARTA, Poskota Nasional
PT Solusi Cita Mandala melalui brand Kll terus memperkuat kiprahnya sebagai penyedia solusi kebutuhan industri, khususnya di sektor energi dan geothermal.
Perusahaan memasok berbagai kebutuhan valve atau katup untuk mendukung operasional industri, termasuk transmisi gas, kilang, distribusi energi, hingga proyek-proyek geothermal.
Direktur SCM, Evelyn Angelita mengatakan kebutuhan terhadap produk valve untuk industri energi tetap memiliki prospek yang menjanjikan.
Hal ini didorong oleh karakteristik produk yang merupakan bagian penting dalam sistem operasional industri dan harus tersedia untuk mendukung keberlangsungan fasilitas energi.
“Barang-barang seperti ini memang kebutuhannya tetap ada.
Kalau dibilang sama sekali tidak ada pengaruh terhadap kondisi pasar tentu tidak, tetapi untuk produk seperti valve, kebutuhannya masih tetap ada,” ujar Evelyn saat ditemui Poskota Nasional dalam gelaran 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Evelyn, salah satu segmen pelanggan utama SCM berasal dari lingkungan Pertamina, baik di sektor kilang, Pertamina Patra Niaga, maupun Pertamina Geothermal.
Selain itu, perusahaan juga menyasar berbagai kebutuhan industri yang menggunakan sistem perpipaan, transmisi gas, serta fasilitas energi lainnya.
Produk unggulan yang ditawarkan SCM antara lain ball valve, butterfly valve, gate valve, block valve, dan check valve, yang digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.
Tidak hanya menyediakan produk, SCM juga menawarkan konsep layanan yang terintegrasi atau one-stop service. Dukungan kepada pelanggan mencakup kebutuhan engineering, commissioning, perbaikan, hingga layanan garansi.
“Kalau customer membutuhkan support dari sisi engineering, commissioning ataupun perbaikan, kami bisa support. Untuk garansi, biasanya kami memberikan penggantian hingga 18 bulan,” jelas Evelyn.
Dari sisi sumber produk, SCM memiliki akses terhadap berbagai produk dari manufaktur internasional, antara lain dari Amerika Serikat, Spanyol, dan Italia.
Di dalam grup perusahaan, SCM juga memiliki keterkaitan dengan fasilitas manufaktur sehingga membuka peluang penguatan produk lokal serta pengembangan bisnis di masa mendatang.
Evelyn menambahkan, SCM yang berdiri sejak 2018 masih melihat prospek bisnis yang cukup positif.
Berbagai proyek pemerintah maupun proyek pengembangan infrastruktur energi dinilai dapat menjadi peluang pertumbuhan perusahaan.
“Prospeknya masih menjanjikan karena ada banyak proyek pemerintah dan proyek energi yang berjalan,” katanya.
Keikutsertaan SCM dalam IIGCE 2026 sendiri tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar transaksi langsung.
Perusahaan memanfaatkan ajang industri geothermal tersebut untuk meningkatkan brand awareness sekaligus memperkenalkan keberadaan SCM dan berbagai brand yang dibawanya kepada pelaku industri.
“Untuk saat ini sasaran kami lebih ke brand awareness, supaya orang lebih mengenal STM dan brand-brand yang kami bawa,” ungkap Evelyn.
Meski peluang ekspor belum menjadi target utama dalam waktu dekat, SCM membuka kemungkinan pengembangan pasar lebih luas seiring dengan penguatan kapasitas manufaktur dan jaringan bisnis dalam grup perusahaan.
Dengan pengalaman sejak 2018, portofolio produk valve yang beragam, serta dukungan engineering dan layanan purna jual, SCM optimistis dapat terus mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan industri energi Indonesia, termasuk mendukung pengembangan sektor geothermal sebagai salah satu sumber energi strategis nasional ,tambah Evelyn Angelita kepada Poskota Nasional .
