JAKARTA ,Poskota Nasional
PT Nurman Mitra Sentosa (NMS) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan industri energi panas bumi (geothermal) nasional melalui penyediaan produk dan layanan berstandar industri dengan kandungan lokal yang tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam keikutsertaan NMS pada 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada 19–22 Agustus 2026. Dalam ajang industri panas bumi tersebut, NMS hadir memperkenalkan berbagai produk unggulan sekaligus memperkuat hubungan dengan para pelaku industri, mitra usaha, dan pelanggan.
Presiden Direktur PT Nurman Mitra Sentosa, Nurman B. Sitanggang, menyampaikan bahwa NMS melihat perkembangan industri geothermal Indonesia sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan industri geothermal nasional melalui produk-produk buatan dalam negeri serta layanan yang mampu memenuhi kebutuhan dan standar industri,” ujar Nurman B. Sitanggang di sela-sela kegiatan IIGCE 2026 di JICC Senayan, Jakarta.
Komitmen terhadap TKDN dan Produk Dalam Negeri
Sebagai perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade di industri minyak, gas, dan panas bumi, NMS terus mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Perusahaan saat ini telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk sejumlah produk unggulannya.
Untuk beberapa produk, tingkat TKDN yang telah dicapai berada pada kisaran 40–56 persen.
Di antaranya casing head dengan TKDN hingga 56 persen dan liner adapter sekitar 56 persen, sementara produk lainnya berada pada kisaran 40–46 persen.
“Kalau untuk casing head kami sudah sampai 56 persen. Seingat saya liner adapter juga 56 persen. Tapi ada juga produk yang baru mendapatkan TKDN 40–46 persen. Kurang lebih seperti itulah TKDN kami. Pokoknya kami 100 persen produk lokal,” ujar Moses.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya NMS untuk meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan rantai pasok industri energi nasional.
Melihat Prospek Industri Geothermal yang Positif
NMS juga optimistis terhadap prospek pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Perusahaan melihat geothermal masih menjadi salah satu sektor energi yang memiliki peluang pertumbuhan seiring dengan dorongan pemerintah dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.
“Iya, masih prospek. Kalau yang kita dengar dari Ditjen ESDM, mereka masih terus menggaungkan pengembangan geothermal. Jadi kami turut berharap target tersebut bisa terealisasi dan kami juga dapat turut serta di dalamnya,” jelas Moses.
Menurutnya, perkembangan proyek-proyek panas bumi di Indonesia berpotensi membuka peluang yang lebih luas bagi industri pendukung, termasuk perusahaan manufaktur dan penyedia jasa dalam negeri.
Bukan Sekadar Pameran, tetapi Memperkuat Hubungan Industri
Keikutsertaan NMS dalam IIGCE 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penjualan produk.
Pameran tersebut juga menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkenalkan kemampuan dan produk NMS sekaligus mempererat hubungan dengan pelanggan serta pelaku industri geothermal.
“Kami siap mendukung pameran kali ini. Kami ingin memperkenalkan produk sekaligus kembali bersilaturahmi dan bercengkerama dengan customer-customer kami,” ungkap Moses.
Ia berharap kehadiran NMS di IIGCE 2026 dapat membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai pihak di industri panas bumi.
“Mudah-mudahan melalui Pameran Geothermal Expo 2026 ini kami bisa memperkenalkan produk-produk kami. Siapa tahu ada kesempatan untuk bekerja sama. Kami berharap semakin banyak pengunjung yang mengenal produk NMS dan ke depan dapat menjadi customer kami,” pungkasnya.
Nurman B Sitanggang , mengatakan
PT Nurman Mitra Sentosa (NMS) berdiri sejak tahun 2002 dan berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, NMS bergerak dalam penyediaan peralatan, remanufacturing, serta layanan lapangan untuk industri minyak, gas, dan panas bumi, ujarnya
