Jakarta, Poskota Nasional
Perusahaan riset dan pengembangan teknologi RDND Research Design and Development Company melalui brand Qimtronics memperkenalkan berbagai inovasi teknologi kesehatan, telemedicine, hingga pendidikan berbasis STEM dalam ajang Indo Beauty Expo 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Chief Business Strategy RDND Research Design and Development Company, Muhammad Luthfi Hadi, mengatakan Qimtronics merupakan pusat riset dan pengembangan (Research, Design and Development) yang telah berdiri sejak 2012. Sejak 2017, perusahaan mulai mengembangkan berbagai perangkat teknologi kesehatan dan hingga kini terus melakukan riset, desain, serta pengembangan produk inovatif.
Menurutnya, saat ini Qimtronics telah menjalin kerja sama dengan salah satu produsen alat kesehatan dalam pengembangan perangkat seperti timbangan digital dan alat pengukur tinggi badan. Produksi perangkat tersebut telah mencapai sekitar 2.000 unit.
“Kami ingin membuktikan bahwa produk elektronik dan alat kesehatan buatan Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri.
Fokus kami adalah menghadirkan inovasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memberikan solusi bagi sektor kesehatan nasional,” ujar Muhammad Luthfi Hadi saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Rabu (5/8/2026).
Selain perangkat kesehatan, Qimtronics juga menghadirkan berbagai solusi digital melalui brand Integrated Healthcare Solution yang mengintegrasikan sistem digital monitoring dan digital examination.
Teknologi ini memungkinkan berbagai parameter kesehatan, seperti detak jantung, fungsi paru-paru, komposisi tubuh, hingga indikator kesehatan lainnya dipantau dalam satu sistem terpadu.
Platform tersebut juga dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi tenaga kesehatan dan institusi pendidikan sehingga proses diagnosis, pemantauan pasien, hingga analisis data kesehatan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi.
Di bidang teknologi, Qimtronics juga mengembangkan berbagai layanan seperti Digital Lifestyle, STEM Education, Telemedicine, Product Design and Prototyping Services, Digital Productivity, Living Green, serta Smart Connectivity.
Untuk pengembangan produk baru, nilai investasi yang dibutuhkan berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta, tergantung kompleksitas dan kebutuhan proyek.
Saat ini sebagian produk masih berada pada tahap prototipe sehingga perusahaan membuka peluang kolaborasi dengan produsen alat kesehatan, distributor, investor, maupun pemerintah guna mempercepat proses produksi massal dan komersialisasi.
“Kami sedang mencari mitra strategis, baik produsen, distributor alat kesehatan maupun dukungan dari pemerintah. Harapannya, inovasi teknologi kesehatan karya anak bangsa dapat diproduksi secara luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,” katanya.
Melalui keikutsertaan dalam pameran Indo Beauty Expo 2026, Qimtronics berharap semakin banyak pelaku industri yang mengenal kapabilitas perusahaan sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan teknologi kesehatan nasional.
RDND Research Design and Development Company berkantor pusat di Jalan Hegarmanah Tengah No. 81, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat.
