Jakarta, Poskota Nasional
PT Visual Multi Matra (VMM) Studio, perusahaan kontraktor spesialis interior seni dan tematik, optimistis industri wahana rekreasi di Indonesia masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Berbekal pengalaman sejak berdiri pada 1998, perusahaan karya anak bangsa ini terus memperluas pasar melalui berbagai proyek pembangunan theme park, waterpark, museum, akuarium, hingga area bermain bertema di berbagai daerah.
Direktur PT Visual Multi Matra Studio, Wibowo, mengatakan bahwa VMM Studio merupakan salah satu perusahaan nasional yang fokus menggarap pekerjaan kontraktor seni dengan spesialisasi yang masih sangat terbatas jumlah pelakunya di Indonesia.
“Bidang kontraktor interior seni untuk ruang bermain, theme park, waterpark, museum hingga akuarium ini kompetitornya belum banyak. Peluang pasarnya masih sangat terbuka luas, meskipun memang pekerjaan kami sangat spesifik dan berbeda dengan kontraktor pada umumnya,” ujar Wibowo saat ditemui Poskota Nasional.com di booth PT Visual Multi Matra Studio pada Fun Asia Expo ke-6 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, selama hampir tiga dekade beroperasi, VMM Studio telah menyelesaikan berbagai proyek di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Bahkan pada pameran tersebut, perusahaan menjadi salah satu sedikit peserta yang mewakili industri lokal di tengah dominasi produk impor.
“Kami bangga karena membawa karya dan kemampuan industri Indonesia. Sebagian besar peserta lain menampilkan produk dari luar negeri, sedangkan kami menawarkan jasa dan karya yang diproduksi oleh tenaga kerja Indonesia,” katanya.
VMM Studio mengerjakan berbagai elemen dekorasi tematik, patung karakter, maskot restoran, hingga instalasi artistik berukuran besar. Salah satu produk maskot berbahan fiberglass yang dipamerkan memiliki nilai sekitar Rp37 juta dengan waktu pengerjaan sekitar satu setengah bulan.
Selain fiberglass, perusahaan juga menggunakan material akrilik yang dipadukan dengan stiker serta pencahayaan LED untuk menghasilkan tampilan yang lebih menarik.
Meski hingga kini belum merambah pasar ekspor, Wibowo mengaku permintaan proyek di dalam negeri masih terus bergulir sepanjang tahun sehingga kapasitas produksi perusahaan tetap terjaga.
“Kami belum ekspor, tetapi pasar domestik masih sangat potensial. Setiap tahun selalu ada proyek yang berjalan sehingga kami tetap fokus memenuhi kebutuhan pasar Indonesia,” jelasnya.
Keikutsertaan VMM Studio dalam Fun Asia Expo 2026 juga menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan bisnis dengan menjangkau calon investor maupun pelaku usaha dari berbagai daerah yang berencana membangun kawasan wisata maupun pusat hiburan keluarga.
“Target kami di pameran ini adalah memperluas pasar. Banyak pengusaha dari daerah yang datang untuk mencari konsep pembangunan area bermain, waterpark, maupun theme park. Di situlah kami menawarkan keahlian kami dalam menghadirkan desain dan konstruksi tematik yang memiliki nilai seni,” tuturnya.
Wibowo berharap terbukanya pasar bebas dan semakin berkembangnya industri pariwisata nasional dapat menjadi peluang bagi perusahaan lokal untuk terus tumbuh dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami berharap industri kreatif Indonesia, khususnya kontraktor seni tematik, semakin berkembang. Pasarnya masih sangat luas dan peluangnya sangat menjanjikan apabila terus didukung dengan inovasi serta kualitas karya anak bangsa,” pungkasnya.
