Jakarta, Poskota Nasional
Ketua Dewan
Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Selatan, Muhammad Yaza, menegaskan bahwa PBB terus bertransformasi menjadi partai yang tidak hanya hadir dalam kontestasi politik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Yaza kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Milad ke-28 Partai Bulan Bintang di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (18/7/2026).
Menurut Yaza, salah satu fokus utama yang tengah dikembangkan di Sulawesi Selatan adalah pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.
Program tersebut diwujudkan melalui budidaya maggot sebagai pakan alternatif ayam kampung, pemanfaatan limbah plastik menjadi briket, hingga gerakan penanaman sejuta pohon yang melibatkan kelompok tani hutan.
“Kami ingin menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Budidaya maggot, misalnya, memanfaatkan limbah organik menjadi pakan ayam kampung yang murah dan bernilai ekonomi. Ini sangat relevan bagi masyarakat desa yang rata-rata memelihara beberapa ekor ayam sebagai sumber pangan dan tambahan pendapatan keluarga,” ujar Yaza.
Selain itu, pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi.
Mahasiswa yang ingin melakukan penelitian maupun penyusunan tugas akhir dan skripsi dipersilakan memanfaatkan program-program pemberdayaan yang dijalankan PBB, termasuk dukungan terhadap kebutuhan alat penelitian.
“Kami mengundang mahasiswa untuk terlibat. Kalau ada yang ingin menjadikan program-program ini sebagai objek penelitian atau skripsi, kami siap membantu sesuai kebutuhan agar hasilnya juga bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Di bidang lingkungan, PBB Sulawesi Selatan juga menjalankan program penanaman sejuta pohon di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) bekerja sama dengan kelompok tani hutan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan hutan dan pelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, organisasi sosial yang dipimpin Yaza juga aktif menjalankan kegiatan kemasyarakatan, seperti membersihkan masjid-masjid di sepanjang jalur poros Sulawesi agar lebih nyaman digunakan masyarakat dan para musafir.
Menurutnya, seluruh kegiatan tersebut dilakukan tanpa mengedepankan pencitraan politik.
“Bagi kami, ketika bekerja dengan tulus dan ikhlas, masyarakat akan menilai sendiri. Social branding memang penting, tetapi dampak nyata kepada masyarakat jauh lebih utama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yaza juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Partai Bulan Bintang di bawah kepemimpinan Ketua Umum PBB, Yuri Kemal Fadlullah, bersama Sekretaris Jenderal Afriansyah Noor (atau sesuai susunan kepengurusan terbaru jika diperlukan).
Ia menilai komposisi kepengurusan saat ini merupakan perpaduan yang ideal antara pemikir strategis dan eksekutor yang berpengalaman.
“Kami optimistis PBB akan semakin besar.
Yang terpenting bukan sekadar mengejar peringkat partai, tetapi bagaimana PBB mampu memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Yaza juga menilai penyelenggaraan Milad ke-28 PBB menjadi bukti transformasi partai yang semakin terbuka terhadap generasi muda.
Kehadiran grup musik Padi Reborn dalam rangkaian acara dinilai sebagai simbol bahwa PBB mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi jati diri partai.
“Pemilih pada Pemilu mendatang akan didominasi generasi muda, mulai dari Gen Z, milenial hingga Gen Alpha. Karena itu, transformasi partai menjadi sebuah kebutuhan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Menutup keterangannya, Muhammad Yaza menyampaikan apresiasi kepada panitia Milad ke-28 PBB yang dinilainya berhasil menyelenggarakan kegiatan secara baik dan penuh semangat kebersamaan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh panitia. Acara ini berlangsung luar biasa dan menjadi momentum penting bagi kebangkitan Partai Bulan Bintang ke depan,” pungkaa M.Yaza kepada Poskota Nasional com
