Poskota Nasional, Jakarta.- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan bersinergi dengan jajaran Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui berbagai program pemenuhan gizi yang berkelanjutan.
Ketua Umum DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, mengatakan bahwa pembangunan bangsa pada masa depan sangat bergantung pada kualitas generasi yang saat ini sedang dipersiapkan. Oleh karena itu, berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa.
Menurut Burhanuddin, keberadaan Badan Gizi Nasional memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui berbagai program yang dijalankan, BGN berperan langsung dalam memastikan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang memadai.
DPP GAN menilai pergantian kepemimpinan di tubuh BGN menjadi awal yang baik untuk memperkuat berbagai program yang selama ini telah berjalan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menghadirkan energi baru, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Saat ini, BGN dipimpin oleh Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN dengan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Menurut Burhanuddin, ketiga figur tersebut memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi BGN saat ini.
Nanik Sudaryati Deyang dinilai memiliki kemampuan yang kuat dalam membangun komunikasi publik serta mengelola program-program strategis pemerintah. Pengalaman tersebut diyakini akan membantu memperkuat hubungan antara BGN dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Agustina Arumsari dianggap mampu memberikan kontribusi besar dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, pengawasan internal, serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Pengalaman panjangnya di bidang pengawasan menjadi modal penting dalam menjaga integritas pelaksanaan program.
Di sisi lain, Mayjen TNI Trenggono dinilai memiliki kapasitas yang kuat dalam bidang manajemen organisasi dan logistik. Pengalaman tersebut sangat dibutuhkan untuk memastikan program-program pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat secara merata hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Burhanuddin mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pemenuhan gizi masyarakat. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi yang baik akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal baik dari sisi kesehatan maupun kemampuan belajar.
Karena itu, DPP GAN memandang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai program lainnya sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh bangsa Indonesia pada masa mendatang. Program tersebut tidak hanya bertujuan mengatasi masalah gizi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas masyarakat.
Menurut Burhanuddin, keberhasilan program gizi nasional akan memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor pembangunan. Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing bangsa di tingkat global.
DPP GAN juga menilai bahwa upaya membangun generasi unggul membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, lembaga pendidikan, akademisi, serta komunitas lokal memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program-program yang dijalankan BGN.
Selain itu, pemerintah daerah juga perlu dilibatkan secara aktif sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program. Pemerintah daerah memiliki pemahaman yang lebih dekat terhadap kebutuhan masyarakat sehingga dapat membantu memastikan program berjalan tepat sasaran.
Burhanuddin menegaskan bahwa DPP GAN siap mengambil bagian dalam berbagai upaya edukasi dan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh distribusi bantuan, tetapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat.
DPP GAN juga mendukung langkah BGN untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi agar setiap program yang dijalankan dapat diukur keberhasilannya secara objektif. Penguatan tata kelola dan pengawasan dinilai akan membantu meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Burhanuddin berharap kepemimpinan baru BGN mampu menghadirkan berbagai inovasi yang dapat memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program di seluruh wilayah Indonesia. Inovasi menjadi penting untuk menjawab tantangan yang terus berkembang dalam pembangunan gizi nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing apabila seluruh pihak mampu bekerja sama dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal melalui kebijakan yang tepat dan pelaksanaan program yang konsisten.
DPP GAN meyakini bahwa Badan Gizi Nasional akan menjadi salah satu institusi yang berperan penting dalam menentukan kualitas generasi Indonesia pada masa depan. Oleh sebab itu, dukungan terhadap keberhasilan BGN merupakan bagian dari investasi bersama untuk kemajuan bangsa.
Burhanuddin menambahkan bahwa keberhasilan program gizi nasional pada akhirnya bukan hanya menjadi keberhasilan pemerintah, melainkan keberhasilan seluruh rakyat Indonesia dalam mempersiapkan generasi penerus yang lebih sehat dan lebih berkualitas.
“Kami siap menjalin sinergi dan kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Harapan kami, kepemimpinan baru BGN mampu memperkuat kinerja lembaga, memperluas manfaat program hingga ke seluruh pelosok negeri, serta menjadi motor penggerak lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Burhanuddin.
