Jakarta , Poskota Nasional
Kepala Desa Edi Iswadi menyampaikan perkembangan positif kegiatan unit usaha KMP Bojongsari yang kini terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM di wilayah Bojongsari dan sekitarnya.
Lebih lanjut, Edi Iswadi kepala desa Bojong sari menjelaskan bahwa sarana dan prasarana KMP Bojongsari telah selesai dibangun dan saat ini kegiatan usaha telah berjalan aktif.
Dari enam gerai yang direncanakan, sebagian besar sudah beroperasi dengan dukungan permodalan dari LPDB.
Fokus utama kegiatan usaha saat ini adalah penyediaan bahan baku jas hujan untuk menyuplai kebutuhan UMKM produksi jas hujan di wilayah Bojongsari dan Kabupaten Kebumen.
Menurutnya, kebutuhan bahan baku PVC untuk produksi jas hujan di Kebumen sangat tinggi karena wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi jas hujan di Indonesia.
” Alhamdulillah, dengan bantuan permodalan dari LPDB, kegiatan usaha kami bisa berjalan dan mampu mencukupi kebutuhan bahan baku jas hujan khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ujar Edi.
Kegiatan usaha penyediaan bahan baku jas hujan mulai dipersiapkan sejak November 2025 dan efektif berjalan pada Desember 2025.
Dengan semangat kebersamaan pengurus dan dukungan anggota, usaha tersebut terus berkembang hingga saat ini.
Selain usaha bahan baku jas hujan, KMP Bojongsari juga menjalankan usaha sembako serta layanan pembayaran digital seperti listrik, telepon, pajak, dan kebutuhan lainnya melalui kerja sama dengan mitra setempat.
Hingga saat ini, total anggota KMP Bojongsari telah mencapai sekitar 400 anggota.
Dari sisi omzet, sejak Januari tercatat transaksi usaha telah mencapai kurang lebih Rp 8 miliar dengan rata-rata perputaran sekitar Rp 2 miliar per bulan.
Edi menambahkan bahwa keberadaan KMP Bojongsari tidak hanya membantu penyediaan bahan baku usaha, tetapi juga mendorong lahirnya entrepreneur muda di wilayah Bojongsari dan sekitarnya.
” Kami ingin terus menciptakan dan mendorong anak-anak muda untuk terjun ke dunia bisnis, khususnya di bidang produksi jas hujan,” katanya.
Produk jas hujan yang dipasarkan UMKM binaan memiliki variasi harga mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu, sehingga mampu menjangkau berbagai segmen pasar, baik menengah bawah maupun menengah atas.
Ke depan, pihaknya berharap dukungan permodalan dari lembaga keuangan dan pemerintah dapat terus ditingkatkan agar pengembangan usaha UMKM jas hujan di Kebumen semakin maju dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja muda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena dengan adanya KMP ini kami merasa sangat terbantu dalam mendukung dan menciptakan entrepreneur muda,” tutup Kades Bojong sari Edi Iswadi kepada Poskota Nasional


