Jakarta, Poskota Nasional
Tren industri manufaktur di Indonesia mulai bergeser menuju penggunaan teknologi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Hal ini terlihat dari tingginya minat pelaku industri terhadap mesin berbasis laser yang menawarkan proses produksi lebih cepat, bersih, dan minim limbah dibandingkan metode konvensional.
Presiden Direktur PT Nutek, Yuwenta Hendrika menyampaikan bahwa kebutuhan industri saat ini tidak lagi hanya berfokus pada harga atau spesifikasi dasar mesin, melainkan pada efisiensi energi, penghematan biaya operasional, serta integrasi digitalisasi.
” Di tengah kondisi global yang menantang, banyak perusahaan belum bisa berinvestasi besar untuk mengganti seluruh lini produksi.
Namun, mereka tetap membutuhkan solusi untuk menekan biaya. Di sinilah teknologi hemat energi menjadi sangat relevan,” ujar Yuwenta.
Dalam pameran industri yang berlangsung tahun ini, PT Nutek mencatat antusiasme tinggi sejak hari pertama. Produk-produk unggulan yang ditampilkan menitikberatkan pada:
Efisiensi energi (energy saving),
Pengurangan biaya produksi (cost saving),
Otomatisasi dan digitalisasi,
Pengurangan kebutuhan tenaga kerja,
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mesin produksi berbasis teknologi laser yang mampu mempercepat proses kerja sekaligus meningkatkan kebersihan hasil produksi.
Selain itu, mesin ini dirancang agar cukup dioperasikan oleh satu tenaga kerja, sehingga membantu efisiensi sumber daya manusia.
PT Nutek juga memperkenalkan teknologi kompresor double screw dengan inverter, yang memungkinkan penggunaan energi lebih fleksibel. Sistem ini dapat menyesuaikan konsumsi listrik dengan kebutuhan produksi.
Misalnya, saat produksi hanya berjalan 50%, maka kompresor juga bekerja pada kapasitas 50%, berbeda dengan kompresor konvensional yang tetap berjalan penuh 100%.
Teknologi ini telah digunakan oleh berbagai perusahaan tekstil besar di Indonesia, seperti Kahatex dan lainnya.
Selain itu, PT Nutek juga menghadirkan solusi ramah lingkungan melalui teknologi pengolahan limbah industri, sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.
Dari sisi harga, mesin yang ditawarkan bervariasi tergantung kapasitas dan spesifikasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Untuk kompresor, harga menyesuaikan daya (kW), dengan kisaran mulai dari sekitar Rp 200 juta hingga lebih tinggi.
Yuwenta berharap, semakin banyak pelaku industri di Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya efisiensi dan keberlanjutan.
” Kami ingin mendorong pabrik-pabrik di Indonesia untuk mulai beralih ke sistem yang lebih efisien dan terukur. Dengan perhitungan yang tepat, efisiensi ini bahkan bisa dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan karyawan,”
PT Nutek berkantor pusat di Wisma Jaksa III, Jalan Jaksa No. 3, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat , tambah Yuwenta Hendrika, kepada poskota nasional
Transformasi Industri: Mesin Hemat Energi dan Digitalisasi Jadi Kunci Efisiensi Pabrik Indonesia
Jakarta, Poskota Nasional
Tren industri manufaktur di Indonesia mulai bergeser menuju penggunaan teknologi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Hal ini terlihat dari tingginya minat pelaku industri terhadap mesin berbasis laser yang menawarkan proses produksi lebih cepat, bersih, dan minim limbah dibandingkan metode konvensional.
Presiden Direktur PT Nutek, Yuwenta Hendrika menyampaikan bahwa kebutuhan industri saat ini tidak lagi hanya berfokus pada harga atau spesifikasi dasar mesin, melainkan pada efisiensi energi, penghematan biaya operasional, serta integrasi digitalisasi.
” Di tengah kondisi global yang menantang, banyak perusahaan belum bisa berinvestasi besar untuk mengganti seluruh lini produksi.
Namun, mereka tetap membutuhkan solusi untuk menekan biaya. Di sinilah teknologi hemat energi menjadi sangat relevan,” ujar Yuwenta.
Dalam pameran industri yang berlangsung tahun ini, PT Nutek mencatat antusiasme tinggi sejak hari pertama. Produk-produk unggulan yang ditampilkan menitikberatkan pada:
Efisiensi energi (energy saving),
Pengurangan biaya produksi (cost saving),
Otomatisasi dan digitalisasi,
Pengurangan kebutuhan tenaga kerja,
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mesin produksi berbasis teknologi laser yang mampu mempercepat proses kerja sekaligus meningkatkan kebersihan hasil produksi.
Selain itu, mesin ini dirancang agar cukup dioperasikan oleh satu tenaga kerja, sehingga membantu efisiensi sumber daya manusia.
PT Nutek juga memperkenalkan teknologi kompresor double screw dengan inverter, yang memungkinkan penggunaan energi lebih fleksibel. Sistem ini dapat menyesuaikan konsumsi listrik dengan kebutuhan produksi.
Misalnya, saat produksi hanya berjalan 50%, maka kompresor juga bekerja pada kapasitas 50%, berbeda dengan kompresor konvensional yang tetap berjalan penuh 100%.
Teknologi ini telah digunakan oleh berbagai perusahaan tekstil besar di Indonesia, seperti Kahatex dan lainnya.
Selain itu, PT Nutek juga menghadirkan solusi ramah lingkungan melalui teknologi pengolahan limbah industri, sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.
Dari sisi harga, mesin yang ditawarkan bervariasi tergantung kapasitas dan spesifikasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Untuk kompresor, harga menyesuaikan daya (kW), dengan kisaran mulai dari sekitar Rp 200 juta hingga lebih tinggi.
Yuwenta berharap, semakin banyak pelaku industri di Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya efisiensi dan keberlanjutan.
” Kami ingin mendorong pabrik-pabrik di Indonesia untuk mulai beralih ke sistem yang lebih efisien dan terukur. Dengan perhitungan yang tepat, efisiensi ini bahkan bisa dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan karyawan,”
PT Nutek berkantor pusat di Wisma Jaksa III, Jalan Jaksa No. 3, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat , tambah Yuwenta Hendrika, kepada poskota nasional
Jakarta, Poskota Nasional
Tren industri manufaktur di Indonesia mulai bergeser menuju penggunaan teknologi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Hal ini terlihat dari tingginya minat pelaku industri terhadap mesin berbasis laser yang menawarkan proses produksi lebih cepat, bersih, dan minim limbah dibandingkan metode konvensional.
Presiden Direktur PT Nutek, Yuwenta Hendrika menyampaikan bahwa kebutuhan industri saat ini tidak lagi hanya berfokus pada harga atau spesifikasi dasar mesin, melainkan pada efisiensi energi, penghematan biaya operasional, serta integrasi digitalisasi.
” Di tengah kondisi global yang menantang, banyak perusahaan belum bisa berinvestasi besar untuk mengganti seluruh lini produksi.
Namun, mereka tetap membutuhkan solusi untuk menekan biaya. Di sinilah teknologi hemat energi menjadi sangat relevan,” ujar Yuwenta.
Dalam pameran industri yang berlangsung tahun ini, PT Nutek mencatat antusiasme tinggi sejak hari pertama. Produk-produk unggulan yang ditampilkan menitikberatkan pada:
Efisiensi energi (energy saving),
Pengurangan biaya produksi (cost saving),
Otomatisasi dan digitalisasi,
Pengurangan kebutuhan tenaga kerja,
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mesin produksi berbasis teknologi laser yang mampu mempercepat proses kerja sekaligus meningkatkan kebersihan hasil produksi.
Selain itu, mesin ini dirancang agar cukup dioperasikan oleh satu tenaga kerja, sehingga membantu efisiensi sumber daya manusia.
PT Nutek juga memperkenalkan teknologi kompresor double screw dengan inverter, yang memungkinkan penggunaan energi lebih fleksibel. Sistem ini dapat menyesuaikan konsumsi listrik dengan kebutuhan produksi.
Misalnya, saat produksi hanya berjalan 50%, maka kompresor juga bekerja pada kapasitas 50%, berbeda dengan kompresor konvensional yang tetap berjalan penuh 100%.
Teknologi ini telah digunakan oleh berbagai perusahaan tekstil besar di Indonesia, seperti Kahatex dan lainnya.
Selain itu, PT Nutek juga menghadirkan solusi ramah lingkungan melalui teknologi pengolahan limbah industri, sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.
Dari sisi harga, mesin yang ditawarkan bervariasi tergantung kapasitas dan spesifikasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Untuk kompresor, harga menyesuaikan daya (kW), dengan kisaran mulai dari sekitar Rp 200 juta hingga lebih tinggi.
Yuwenta berharap, semakin banyak pelaku industri di Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya efisiensi dan keberlanjutan.
” Kami ingin mendorong pabrik-pabrik di Indonesia untuk mulai beralih ke sistem yang lebih efisien dan terukur. Dengan perhitungan yang tepat, efisiensi ini bahkan bisa dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan karyawan,”
PT Nutek berkantor pusat di Wisma Jaksa III, Jalan Jaksa No. 3, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat , tambah Yuwenta Hendrika, kepada poskota nasional
