Jakarta, Poskota Nasional
Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) yang berlangsung di Hotel Tavia, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menghasilkan keputusan penting melalui mekanisme aklamasi dengan menetapkan ketua umum terpilih untuk periode mendatang. Proses ini mencerminkan semangat kebersamaan dan mufakat seluruh pemangku kepentingan catur nasional.
Wakil Ketua Pengprov Percasi Bali, Paskalis Budy, menyampaikan bahwa tercapainya calon tunggal hingga aklamasi merupakan bukti kuat soliditas organisasi.
Ia menilai kepemimpinan baru membawa optimisme besar untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus mendorong inovasi demi kemajuan catur Indonesia.
Menurutnya, kontribusi ketua umum terpilih sebelumnya, termasuk dalam mendukung penyelenggaraan ASEAN Youth Championship 2022 di Bali, menjadi fondasi penting. Keberhasilan ajang tersebut yang juga memperoleh penghargaan internasional menjadi indikator nyata kapasitas kepemimpinan dalam memajukan catur di tingkat global.
” Catur bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini sejalan dengan amanat para pendiri bangsa, sehingga pengembangannya harus terus diperkuat,” ujar Paskalis.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem catur nasional, mulai dari atlet, pelatih, wasit, hingga penyelenggaraan turnamen. Salah satu program yang diharapkan dapat segera terwujud adalah pembentukan liga catur nasional berjenjang, serupa dengan sistem liga pada cabang olahraga lain.
“Liga catur akan menjadi wadah kompetisi berkelanjutan bagi para pecatur dari daerah hingga tingkat nasional. Ini akan membuka jalur pembinaan yang lebih jelas dan terstruktur,” tambahnya.
Lebih lanjut, Paskalis menilai kepemimpinan baru memiliki kapasitas tidak hanya dari sisi visi, tetapi juga dukungan sumber daya yang memadai untuk menghadirkan lebih banyak turnamen, termasuk berskala internasional. Bali disebut sebagai salah satu destinasi potensial yang diminati untuk penyelenggaraan event catur dunia.
Ia juga mengapresiasi munculnya generasi pecatur muda berbakat yang mulai menunjukkan prestasi, baik di dalam maupun luar negeri.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa regenerasi berjalan dengan baik dan perlu terus didukung melalui sistem kompetisi yang kuat.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang solid, Percasi diharapkan mampu membawa catur Indonesia semakin berprestasi di kancah internasional serta memperluas dampak positifnya bagi masyarakat luas.
