Jakarta, Poskota Nasional
SIRIM QAS International Sdn. Bhd. menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan industri Indonesia agar mampu bersaing di tingkat ASEAN maupun pasar global melalui penerapan standar mutu dan sertifikasi internasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Senior General Manager Product Certification & Inspection Department SIRIM QAS International, Puan Hajah Fauziah Fadzil, saat ditemui Poskota Nasional di Hall C1 dalam ajang Industrial Week 2026, Rabu (3/6/2026).
Menurut Fauziah, berbagai aktivitas sertifikasi dan penilaian kesesuaian yang dilakukan SIRIM QAS di Indonesia merupakan langkah awal untuk memperluas akses industri nasional ke pasar internasional.
“Hari ini merupakan sebuah permulaan.
Kami ingin membantu lebih banyak industri di Indonesia untuk meningkatkan kualitas produk, kualitas sistem, termasuk sistem manajemen, sehingga mampu memenuhi standar internasional dan diterima di berbagai negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi yang diberikan tidak hanya mencakup kualitas produk, tetapi juga sistem manajemen dan proses produksi yang menjadi fondasi penting bagi daya saing industri modern.
Melalui penerapan standar internasional, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memperluas peluang ekspor.
Fauziah menambahkan, sektor yang berpotensi memperoleh manfaat dari sertifikasi sangat luas, mulai dari industri elektronik dan elektrikal hingga berbagai sektor manufaktur lainnya.
Menurutnya, tidak ada batasan khusus mengenai jenis industri yang dapat memperoleh layanan sertifikasi selama memenuhi persyaratan yang berlaku.
“Kami ingin membantu perusahaan Indonesia agar produknya dapat diterima dan dipasarkan secara global.
Karena itu kami menggunakan standar internasional yang diakui dunia, sehingga perusahaan memiliki sistem manajemen mutu yang baik, berkualitas, dan memiliki kinerja yang terukur,” katanya.
SIRIM QAS International juga berperan dalam memastikan produk yang masuk ke pasar Malaysia memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang ditetapkan.
Produk dari berbagai negara, termasuk Indonesia, harus melalui proses penilaian dan sertifikasi sebelum dapat dipasarkan kepada konsumen Malaysia.
Sebagai lembaga sertifikasi dan penilaian kesesuaian yang diakui secara internasional, SIRIM QAS berharap semakin banyak perusahaan Indonesia memanfaatkan layanan sertifikasi guna meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar ekspor.
Fauziah optimistis kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang standardisasi dan sertifikasi akan semakin memperkuat posisi kedua negara sebagai pusat manufaktur dan industri berkualitas di kawasan ASEAN.
“Kami berharap semakin banyak perusahaan Indonesia yang siap memenuhi standar internasional sehingga mampu bersaing di pasar dunia. Indonesia dan Malaysia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan industri yang diperhitungkan di tingkat global,” tambah Hajah Fauziah Fadzil kepada Poskota Nasional .com

