ICE BSD , Poskota Nasional
Berawal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dirintis pada 2015, PT Pandafood Kreasi Indonesia terus berkembang menjadi perusahaan makanan ringan yang mampu menjangkau pasar nasional sekaligus memperluas peluang bisnis di pasar internasional.
Perusahaan yang berbasis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini mengandalkan inovasi produk, diversifikasi pasar, serta penguatan jaringan distribusi untuk mendorong pertumbuhan bisnisnya.
Direktur Utama PT Pandafood Kreasi Indonesia, Davis Parmana, mengatakan perjalanan Pandafood merupakan proses panjang yang diwarnai pembelajaran, inovasi, serta dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan instansi pembina UMKM.
“Alhamdulillah, Pandafood berawal dari UMKM pada 2015 dan sekarang distribusi produk kami sudah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi.
Kami terus belajar dan beradaptasi agar dapat berkembang serta bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Davis Parmana.
Pandafood dikenal melalui produk makanan ringan berbahan rumput laut yang diolah menjadi berbagai varian, di antaranya Minori Panda, Minori Panda Mini Roll, Tempura, serta Nori Puri, produk rumput laut tabur.
Seiring perkembangan usaha, perusahaan juga melakukan diversifikasi produk ke segmen makanan ringan lainnya, termasuk keripik tempe premium dan berbagai pilihan camilan dengan karakteristik serta target konsumen yang berbeda.
Saat ini, Pandafood memiliki sekitar 50 SKU (stock keeping unit) dengan rentang harga yang beragam, mulai dari kisaran Rp2.000 hingga Rp25.000, serta produk tertentu di segmen premium yang mencapai sekitar Rp70.000. Keragaman tersebut memungkinkan perusahaan menjangkau konsumen dari berbagai kelompok, mulai dari pasar camilan ekonomis hingga konsumen yang mencari produk dengan nilai tambah dan karakter premium.
Salah satu perhatian perusahaan adalah pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain menghadirkan aneka camilan dengan cita rasa dan tekstur yang khas, Pandafood juga memiliki pilihan produk non-MSG untuk menjangkau konsumen yang memperhatikan komposisi makanan.
Perkuat Inovasi dan Daya Saing Produk
Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat, Pandafood terus mengembangkan kualitas dan karakter produknya. Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah tempura, yang dikembangkan dengan karakter lebih renyah dan tekstur yang tidak terlalu keras, sehingga menawarkan pengalaman konsumsi yang berbeda dari produk sejenis.
Perusahaan juga memperkenalkan produk keripik tempe melalui merek Kingkong. Pengembangan produk ini tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dan pengrajin lokal.
Dalam proses produksi dan pengembangan pasokan bahan baku, Pandafood turut menjalin kerja sama dengan petani lokal di sekitar Jawa Tengah. Keterlibatan mitra lokal tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kesinambungan pasokan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Davis, perjalanan dari skala UMKM menuju perusahaan dengan jangkauan distribusi yang semakin luas membutuhkan penyesuaian dalam berbagai aspek, mulai dari budaya kerja, pengelolaan usaha, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran.
“Ketika UMKM mulai naik kelas, tantangannya bukan hanya meningkatkan produksi. Kami juga harus belajar membangun sistem kerja, memperkuat jaringan distribusi, dan menyesuaikan diri dengan standar persaingan yang lebih luas. Proses ini terus kami jalani,” katanya.
Fokus Memperluas Pasar Ekspor
Selain memperkuat pasar domestik, Pandafood kini menempatkan ekspor sebagai salah satu fokus pengembangan usaha. Perusahaan tengah membuka dan menjajaki peluang kerja sama dengan calon pembeli dari sejumlah negara, termasuk Kanada, serta pasar internasional lainnya.
