ICE BSD , POSKOTA NASIONAL
UD Serba Guna Abadi terus mengembangkan bisnis bumbu masakan khas Minang dan bumbu serbaguna untuk memenuhi kebutuhan rumah makan, pelaku usaha kuliner, hingga konsumen rumah tangga. Perusahaan yang berdiri pada 2003 setelah kepulangan pendirinya dari Tanah Suci itu kini telah memproduksi bumbu secara massal dan memasarkannya ke berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Utama UD Serba Guna Abadi, Haji Usman Khatab, mengatakan usaha tersebut pada awalnya dirintis dari lingkungan keluarga dan teman dekat.
Seiring meningkatnya permintaan, produksi kemudian dikembangkan secara lebih profesional hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah, awalnya bumbu ini dibuat dari resep orang tua dan hanya untuk keluarga serta teman-teman. Sekarang sudah diproduksi secara massal.
Kami memiliki sekitar 42 orang tenaga kerja dan produksi terus meningkat,” ujar Usman saat ditemui Poskota Nasional dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kamis, 14 Oktober 2026.
Menurut Usman, saat ini UD Serba Guna Abadi mampu memproduksi sekitar lima ton bumbu setiap bulan. Produk tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan mulai diperkenalkan ke pasar luar negeri.
Perusahaan juga terus memperkuat jaringan pemasaran melalui pasar tradisional, toko kelontong, rumah makan, serta pelaku usaha kuliner. Salah satu wilayah yang menjadi bagian dari jaringan pemasaran produk adalah Pasar Nguter.
Berawal dari Resep Keluarga
Usman menjelaskan, usaha bumbu tersebut berawal dari resep keluarga yang kemudian dikembangkan menjadi produk komersial. Bumbu yang diproduksi tidak hanya digunakan untuk masakan Minang, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis hidangan.
Produk UD Serba Guna Abadi antara lain bumbu rendang, bumbu gulai, bumbu ayam, bumbu gulai nangka, bumbu gulai jengkol, serta bumbu serbaguna untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kuliner.
Bumbu tersebut diracik menggunakan berbagai rempah, seperti cengkeh, kayu manis, pala, lada, ketumbar, kapulaga, dan rempah lainnya.
Perusahaan berupaya mempertahankan cita rasa khas masakan Minang dengan menggunakan bahan baku rempah yang dipilih secara cermat.
“Bahan yang kami gunakan antara lain cengkeh, kayu manis, pala, lada, ketumbar, dan kapulaga. Kami berusaha menjaga kualitas dan rasa agar tetap sesuai dengan karakter masakan Minang,” jelasnya.
Selain bumbu siap pakai, perusahaan juga menyediakan produk dalam berbagai ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen.
Bumbu tersebut dapat digunakan untuk memasak dalam jumlah kecil di rumah maupun dalam jumlah besar untuk kebutuhan rumah makan.
Sasar Rumah Tangga dan Pelaku Usaha Kuliner
Salah satu fokus pengembangan UD Serba Guna Abadi adalah memperluas pasar konsumen rumah tangga.
Produk bumbu serbaguna dinilai dapat membantu ibu rumah tangga menyiapkan masakan dengan lebih praktis tanpa harus meracik rempah dari awal.
Untuk kebutuhan rumah tangga, produk bumbu dipasarkan dengan harga yang terjangkau.
Sementara itu, kemasan berukuran lebih besar disiapkan bagi rumah makan dan pelaku usaha kuliner yang membutuhkan bumbu dalam jumlah banyak.
Usman mengatakan, satu kemasan bumbu dapat digunakan untuk memasak berbagai menu, termasuk rendang, gulai ayam, gulai nangka, gulai jengkol, serta olahan daging lainnya.
“Bumbu ini bisa digunakan untuk memasak sekitar tiga kilogram daging, sedangkan kemasan yang lebih besar dapat digunakan untuk kebutuhan hingga puluhan kilogram daging.
Jadi, konsumen rumah tangga maupun rumah makan bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya,” katanya.
Harga produk bumbu serbaguna untuk konsumen dipasarkan mulai sekitar Rp 25.000 per kilogram, sedangkan harga dapat berbeda sesuai ukuran kemasan dan jenis produk.
Perkuat Produksi dan Legalitas
Seiring meningkatnya permintaan, UD Serba Guna Abadi terus melakukan pembenahan pada sisi produksi.
Perusahaan juga tengah menyiapkan mesin baru untuk meningkatkan kapasitas.
