Jakarta, Poskota Nasional
Industri e-liquid dan vape di Indonesia dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan yang cukup besar, seiring semakin luasnya distribusi produk lokal serta meningkatnya keberagaman pilihan produk di pasar.
Hal tersebut disampaikan Joey Kornelius, pengurus Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), saat ditemui di ajang JIVE Vape Expo 2026 yang berlangsung di Hall A JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Menurut Joey owner Drippers, perkembangan pasar e-liquid dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang semakin positif. Namun, di sisi lain, industri masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk regulasi dan berbagai ketentuan layanan yang turut memengaruhi dinamika pasar.
“Kalau prospek pasar di Indonesia sebenarnya dari tahun ke tahun semakin naik. Tetapi memang adanya regulasi dan layanan serta berbagai ketentuan yang ada sedikit banyak ikut mengganggu market,” ujar Joey.
Ia menambahkan, salah satu perkembangan yang terlihat adalah semakin masifnya distribusi produk e-liquid di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Lampung, Makassar, Palembang hingga wilayah Sulawesi telah menjadi bagian dari jaringan pemasaran produk.
Salah satu brand yang turut mengembangkan pasar tersebut adalah Drivers, yang mulai bergerak sejak Juni 2023. Brand ini memasarkan produk e-liquid dengan menyasar sejumlah segmen konsumen.
“Dari sisi distribusi, sudah cukup masif. Di Indonesia bisa dibilang cukup lengkap. Jakarta sudah lengkap, Surabaya, Medan, Lampung, Makassar, Palembang sudah keluar, termasuk Sulawesi,” jelasnya.
Dari sisi harga, produk yang dipasarkan berada pada beberapa segmen, mulai dari sekitar Rp 75 ribu hingga Rp 155 ribu.
Target konsumen yang disasar merupakan konsumen dewasa dengan batas usia minimal 21 tahun, dengan cakupan pasar yang cukup beragam.
“Target market kita usia 21 tahun minimal sampai sekitar 40 atau 45 tahun. Kita juga bermain di beberapa segmen, ada yang menengah ke bawah dan ada juga segmen lainnya,” kata Joey.
Saat ini, Drivers disebut telah memiliki sekitar 19 varian produk dengan sejumlah varian yang menjadi bagian dari pengembangan portofolio brand.
Keikutsertaan dalam pameran seperti JIVE Vape Expo juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat branding sekaligus memperkenalkan produk-produk terbaru kepada pasar.
“Kalau untuk pameran, kita fokusnya branding dan produk. Kebetulan kita juga baru merilis beberapa produk dan varian baru,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Joey juga menyampaikan bahwa industri vape tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan produk, tetapi telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta membuka ruang pemberdayaan sumber daya manusia.
“Harapan terbesar ke depannya, industri vape sudah banyak membantu UMKM kecil dan juga memberdayakan sumber daya manusia. SDM yang terlibat juga sudah cukup banyak,” katanya.
Karena itu, ia berharap pertumbuhan industri dapat terus berlangsung setiap tahun dengan dukungan berbagai pihak, termasuk adanya ekosistem regulasi yang mampu memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang.
“Harapannya tentu semakin besar setiap tahunnya dan industri ini bisa terus mendapatkan support,” tutup Joey.
Joey Kornelius merupakan pengurus Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI). Dalam struktur organisasi yang disebutkan, Ray Siagian menjabat sebagai Ketua Pembina, sementara Budiyanto sebagai Ketua Umum ,tambah Joey Kornelius kepada Poskota Nasional .com
