JAKARTA, Poskota Nasional
Industri vape di Indonesia terus berkembang dengan hadirnya berbagai produk dan merek yang menyasar segmen konsumen berbeda. Salah satunya adalah Hexpod dan Heksalt, brand yang sejak 2016 membangun bisnis di industri vape melalui manufaktur, distribusi, hingga pengembangan produk dan branding sendiri.
Pendiri sekaligus pelaku industri vape, Jundin Karyadi, mengatakan perjalanan bisnisnya bermula pada 2016 dan berkembang secara bertahap hingga mampu membangun merek serta komunitas pengguna di berbagai daerah di Indonesia.
“Awalnya pada 2016 kami hanya mencoba-coba. Lama-lama berkembang dan akhirnya kami mulai membawa branding sendiri. Produk yang sebelumnya dikenal sebagai produk impor juga kemudian kami kembangkan dan produksi di Indonesia karena melihat pasar domestik yang cukup besar,” ujar Jundin saat ditemui di booth Hall A Pameran Vape JIVE di JIExpo Kemayoran, Minggu (27/9/2026).
Fokus pada Segmen Menengah Atas
Dalam mengembangkan produknya, Hexpod dan Heksalt memilih fokus pada segmen menengah atas (middle-up) dengan karakter konsumen yang menjadikan perangkat vape bukan sekadar produk konsumsi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan koleksi.
Menurut Jundin, strategi tersebut terlihat dari pengembangan berbagai perangkat dengan desain khusus, termasuk produk limited edition yang diproduksi dalam jumlah terbatas.
“Market kami memang sedikit berbeda. Kami lebih banyak bermain di segmen middle-up. Ada konsumen yang membeli karena desain, koleksi, maupun untuk dipajang di kantor atau ruang pribadi,” katanya.
Sejumlah produk edisi terbatas bahkan ditawarkan dengan harga hingga sekitar Rp7 juta, sementara produk reguler berada di kisaran Rp3 juta, tergantung model dan spesifikasinya.
Untuk produk tertentu, jumlah produksinya juga sengaja dibatasi. Salah satu edisi khusus yang diperkenalkan dalam pameran hanya tersedia sekitar 100 unit dan tidak akan diproduksi kembali setelah kuota tersebut habis.
Membawa Teknologi dan Produksi Lebih Dekat ke Indonesia.
Jundin mengatakan pengembangan industri vape di Indonesia juga mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan produksi lokal. Saat ini, sebagian produk telah diproduksi di Indonesia, sementara komponen atau teknologi tertentu masih diperoleh dari luar negeri.
Menurutnya, proses menuju produksi yang semakin lokal membutuhkan investasi, pengembangan teknologi, serta transfer pengetahuan dari produsen dan mitra internasional.
“Kalau produk yang besar, sebagian sudah kami lokalkan. Untuk produk yang lebih kecil dan teknologinya lebih kompleks, kami masih membutuhkan proses alih teknologi. Jadi ke depannya kami berharap kemampuan produksi di Indonesia bisa semakin berkembang,” ujarnya.
Hexpod, Produk yang Mengedepankan Kepraktisan
Selain perangkat premium dan edisi terbatas, Hexpod juga menghadirkan produk yang menyasar konsumen yang mengutamakan kepraktisan.
Jundin mengatakan desain produk dibuat lebih sederhana sehingga konsumen tidak perlu melakukan terlalu banyak perawatan seperti pada perangkat vape berukuran lebih besar.
“Banyak orang sekarang mencari sesuatu yang praktis. Karena itu kami juga punya produk yang lebih kecil dan sederhana, tetapi tetap bisa digunakan secara berulang karena bukan produk sekali pakai,” jelasnya.
Produk tersebut menggunakan sistem refill sehingga cairan dapat diisi kembali. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan produk yang ditujukan untuk penggunaan praktis sehari-hari.
Teknologi NFC untuk Identitas dan Keaslian Produk
Salah satu inovasi yang diperkenalkan pada lini produk tertentu adalah pemanfaatan teknologi Near Field Communication (NFC).
Melalui teknologi tersebut, perangkat dapat didaftarkan dan dikaitkan dengan pemiliknya. Sistem ini juga dapat digunakan untuk membantu verifikasi informasi produk dan layanan purna jual.
“Barang bisa didaftarkan sebagai milik konsumen. Jadi ada identitas produknya dan konsumen bisa melakukan registrasi. Kami juga memberikan layanan garansi untuk produk tertentu,” kata Jundin.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang antara brand dan konsumen, sekaligus memberikan nilai tambah pada produk premium.
Membangun Komunitas di Berbagai Daerah
Selain produk, perkembangan ekosistem komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan brand tersebut.
Jundin menyebut komunitas pengguna dan penggemar vape telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia, dengan lebih dari 100 chapter komunitas yang tersebar di berbagai daerah.
Keikutsertaan dalam pameran seperti JIVE 2026, menurutnya, bukan semata-mata untuk mengejar penjualan, tetapi juga mempertahankan eksistensi brand dan berinteraksi langsung dengan komunitas serta konsumen.
“Pameran lebih kepada branding supaya brand tetap diingat. Kami bisa bertemu langsung dengan komunitas dan pengguna, sekaligus memperkenalkan produk-produk baru,” tuturnya.
Berharap Ekosistem Industri Mendapat Dukungan Kebijakan yang Terukur
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, Jundin berharap industri vape dan produk nikotin alternatif dapat memperoleh ruang untuk berkembang melalui kebijakan pemerintah yang mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat, perlindungan konsumen, serta keberlangsungan industri.
Ia menilai masih terdapat konsumen dewasa yang menggunakan produk nikotin dan membutuhkan informasi serta pilihan produk yang sesuai dengan regulasi.
“Kami berharap pemerintah dapat terus mendukung ekosistem industri melalui regulasi yang jelas dan terukur. Yang penting adalah bagaimana industri bisa berkembang secara bertanggung jawab dan konsumen mendapatkan informasi yang tepat,” ujarnya.
Bagi Hexpod dan Heksalt, perjalanan sejak 2016 menjadi bagian dari proses panjang membangun brand, mengembangkan produk, memperkuat produksi lokal, serta membangun komunitas di Indonesia.
Melalui kombinasi produk reguler, perangkat premium, edisi terbatas, teknologi identifikasi produk, dan penguatan jaringan distribusi, brand tersebut menargetkan keberlanjutan pertumbuhan di pasar Indonesia sekaligus mempertahankan posisinya di tengah perkembangan industri vape yang semakin dinamis.
Produk vape dan nikotin mengandung nikotin yang bersifat adiktif. Produk tersebut ditujukan hanya untuk konsumen dewasa dan harus digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
