Jakarta , Poskota Nasional
CISRI HYPOR memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen Indonesia melalui pembangunan infrastruktur, produksi material kunci, dan kolaborasi industri untuk mendorong hidrogen hijau sebagai bagian transisi energi nasional.
Indonesia tengah memasuki babak penting dalam perjalanan transisi energinya.
Dengan potensi besar energi panas bumi, tenaga air, surya, dan angin, negeri ini memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan hidrogen hijau sebagai sumber energi masa depan.
Di tengah momentum tersebut, CISRI HYPOR anak usaha China Iron & Steel Research Institute Group (CISRI) memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem hidrogen Indonesia dari hulu hingga hilir.
Business Director CISRI HYPOR, Linda menilai bahwa Indonesia merupakan pasar pertumbuhan signifikan untuk energi terbarukan, khususnya panas bumi, surya, dan angin lepas pantai.
Transisi energi yang berlangsung saat ini membuka peluang luas bagi kolaborasi perusahaan domestik dan internasional.
” CISRI HYPOR telah berkontribusi nyata dalam mendorong industri hidrogen Indonesia dari tahap konsep menuju aplikasi praktis,” ujarnya.
Salah satu kontribusi konkret perusahaan adalah keterlibatan dalam perencanaan dan pembangunan proyek percontohan stasiun pengisian hidrogen di Indonesia.
Melalui penyediaan teknologi peralatan pengisian hidrogen yang matang dan keahlian integrasi sistem, CISRI HYPOR membantu mitra lokal mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus menekan risiko proyek tahap awal.
Membangun Rantai Pasok Regional
Di tingkat regional, CISRI HYPOR memandang Asia Tenggara sebagai kawasan strategis dalam pengembangan energi terbarukan.
Tahun lalu, perusahaan meresmikan fasilitas produksi metallic diffusion layer untuk elektroliser PEM seluas 10.000 meter persegi di Thailand. Fasilitas ini menjadi simpul awal rantai pasok hidrogen regional.
Ke depan, Indonesia menjadi target utama penguatan kapasitas lokal.
CISRI HYPOR berencana membangun basis produksi material kunci hidrogen di Tanah Air, mencakup sektor produksi,
penyimpanan, dan pemanfaatan hidrogen.
Langkah ini ditujukan untuk mendukung kemandirian manufaktur peralatan hidrogen nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan ekosistem hidrogen secara menyeluruh.
Dalam penguatan jejaring global, CISRI HYPOR berperan sebagai Wakil Ketua China Hydrogen
Alliance dan menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah pemain dunia seperti Plug Power, Cummins, Dongfeng Motor, dan China Energy Group.
Kolaborasi ini membuka peluang alih teknologi dan pendampingan proyek hidrogen Indonesia dari tahap percontohan menuju implementasi komersial berskala besar.
Ekosistem sebagai Kunci Keberhasilan
Meski Indonesia memiliki sumber energi terbarukan melimpah, Linda menegaskan bahwa hidrogen bukan sekadar proyek energi baru, melainkan transformasi sistem energi secara menyeluruh.
Tantangannya mencakup biaya produksi, struktur pasar, hingga kesiapan kelembagaan.
Menurutnya, faktor paling krusial adalah membangun ekosistem hidrogen yang berkelanjutan.
Pemerintah perlu memberikan sinyal kebijakan yang konsisten dan menurunkan risiko tahap awal melalui insentif serta pengadaan publik.
BUMN diharapkan menjadi pelopor dalam pembangunan infrastruktur, proyek demonstrasi, dan penciptaan permintaan awal.
Sementara itu, industri pengguna akhir harus berkomitmen melalui modernisasi proses produksi dan kontrak serapan jangka panjang.
“Tanpa koordinasi lintas pemangku kepentingan, ambisi nasional hidrogen akan sulit beranjak dari proyek percontohan,” ujarnya.
Transportasi dan Infrastruktur Hidrogen
Dalam pengembangan transportasi, CISRI HYPOR menjajaki kerja sama dengan mitra domestik dan Internasional untuk mengembangkan kendaraan roda dua berbasis hidrogen yang disesuaikan dengan kondisi pasar Indonesia.
Dengan populasi sepeda motor yang sangat besar, segmen ini dinilai sebagai pintu masuk realistis untuk adopsi hidrogen di sisi konsumen.
Selain itu, perusahaan mengembangkan sistem penyimpanan hidrogen tekanan tinggi berbasis material padat (20 MPa) dan membangun stasiun pengisian hidrogen demonstrasi yang mampu menyediakan pasokan hidrogen secara cepat dengan konsumsi energi rendah.
Infrastruktur ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan industri dan transportasi secara simultan.
CISRI HYPOR juga mengoperasikan platform pengujian material hidrogen dan sistem fuel cell untuk memastikan keandalan dan masa pakai panjang, mencakup pengujian pelat bipolar, diffusion layer logam, hingga stack fuel cell.
Fasilitas produksi pelat bipolar dan diffusion layer telah berjalan secara massal, sementara lini produksi sistem fuel cell siap memasok aplikasi transportasi dan industri.
Menuju Kemandirian Industri Hidrogen
Saat ini, banyak proyek hidrogen hijau di Indonesia masih bergantung pada impor elektroliser, kompresor, dan material kunci, sehingga meningkatkan biaya dan memperpanjang waktu pembangunan.
Oleh karena itu, pengembangan kapasitas manufaktur dan rekayasa lokal menjadi prasyarat penting untuk menekan biaya sistem dan meningkatkan replikasi proyek.
Di sisi hilir, permintaan stabil dari sektor baja, kimia, kilang, transportasi, dan pembangkit listrik sangat menentukan kelayakan proyek.
Tanpa komitmen serapan jangka panjang, produsen hidrogen akan kesulitan memperoleh pembiayaan.
Tak kalah penting adalah infrastruktur lunak seperti pembiayaan, asuransi, konsultan, dan sistem sertifikasi.
Mengingat proyek hidrogen bersifat padat modal dan berjangka panjang, akses pembiayaan murah sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan.
Dalam konteks ini, CISRI HYPOR menempatkan diri bukan sekadar pemasok peralatan, melainkan mitra pembangunan industri.
Perusahaan menggabungkan pengalaman teknik China dengan sumber daya internasional untuk menyediakan solusi dari tingkat material hingga sistem bagi mitra
Indonesia.
“Sebab itu, membangun ekosistem industri hidrogen yang berkelanjutan menjadi agenda paling mendasar bagi Indonesia,” tegas Linda Business Director CISRI HYPOR saat ditemui Poskota Nasional .
