Jakarta, Poskota Nasional
PT Enerviro Rinata Adi menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem hidrogen nasional dan target Net Zero Emission Indonesia melalui penyediaan teknologi pemantauan emisi serta instrumen pengujian lingkungan hasil karya anak bangsa.
Direktur PT Enerviro Rinata Adi , Egy Sudrajat, mengatakan perusahaan yang berdiri sejak 2015 tersebut berawal sebagai manufaktur peralatan uji emisi cerobong (stack emission sampling) dan kini berkembang menjadi perusahaan yang menyediakan solusi terpadu, mulai dari perdagangan alat, instalasi, konsultasi, kalibrasi, perbaikan hingga layanan purna jual.
“Pada awal berdiri kami fokus mengembangkan peralatan uji emisi buatan dalam negeri.
Saat itu hampir seluruh kebutuhan alat sampling di Indonesia masih bergantung pada produk impor.
Melalui proses reverse engineering dan pengembangan teknologi secara berkelanjutan, kami berhasil memproduksi instrumen sampling yang mampu memenuhi kebutuhan industri di Indonesia,” ujar Sudrajat saat ditemui Poskota Nasional.com di ajang Hydrogen Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Selama lebih dari satu dekade, PT Enerviro Rinata Adi terus melakukan penyempurnaan produk sehingga mampu bersaing di pasar nasional.
Selain memproduksi peralatan isokinetic sampling, perusahaan juga menyediakan berbagai instrumen pengujian emisi seperti gas analyzer serta peralatan pendukung lainnya.
Tidak hanya memproduksi sendiri, perusahaan juga dipercaya menjadi distributor resmi sejumlah merek internasional.
Di antaranya perangkat pendeteksi kebocoran gas asal Amerika Serikat serta sistem Continuous Emission Monitoring System (CEMS) merek FPI dari Tiongkok.
Menurut Sudrajat, kebutuhan terhadap teknologi CEMS terus meningkat seiring regulasi pemerintah yang mewajibkan sejumlah sektor industri memasang sistem pemantauan emisi secara berkelanjutan.
“Kebutuhan pasar terhadap CEMS semakin besar karena implementasi regulasi pemerintah. Kami hadir untuk menyediakan solusi teknologi sekaligus layanan pendukung agar industri dapat memenuhi ketentuan yang berlaku,” katanya.
Selain menyediakan produk, PT Enerviro Rinata Adi juga aktif memberikan pelatihan kepada pengguna instrumen.
Hal tersebut dinilai penting karena pengoperasian alat uji emisi, khususnya isokinetic sampling, membutuhkan kompetensi teknis yang cukup spesifik.
Hingga saat ini perusahaan telah melayani puluhan pelanggan dari berbagai sektor industri, lembaga pemerintah, laboratorium lingkungan, hingga perguruan tinggi di Indonesia.
Keikutsertaan PT Enerviro Rinata Adi dalam pameran Hydrogen Expo 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan energi hidrogen nasional.
“Kami melihat pemerintah sangat serius membangun ekosistem hidrogen di Indonesia.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang instrumen lingkungan dan monitoring emisi, kami melihat adanya korelasi yang kuat dengan kebutuhan industri hidrogen ke depan. Karena itu kami siap mendukung program pemerintah menuju target Net Zero Emission,” ujar Sudrajat.
Melalui partisipasi dalam pameran tersebut, perusahaan berharap dapat memperkuat jejaring dengan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan mitra strategis lainnya sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia.
“Harapan kami, pengembangan hidrogen sebagai salah satu energi masa depan dapat terus berkembang. PT Marcelo Inti Tekno siap menjadi bagian dari ekosistem tersebut melalui penyediaan teknologi, layanan, dan inovasi yang mendukung terciptanya industri yang lebih ramah lingkungan,” tambah Egy Sudrajat direktur PT Enerviro Rinata Adi kepada Poskota Nasional
