JIEXPO , Poskota Nasional
PT Yummy Utama melalui brand Yummy terus memperkuat posisinya sebagai produsen olahan susu premium berbasis susu segar lokal yang mengedepankan kualitas, kesehatan, dan keberlanjutan.
Berawal dari Bali pada 1990, Yummy kemudian memindahkan pusat produksinya ke Jakarta untuk lebih dekat dengan sumber susu segar berkualitas dari peternakan sapi di Sukabumi, Jawa Barat.
Direktur Yummy , Reza Arifin, mengatakan seluruh produk Yummy dibuat menggunakan 100 persen susu segar yang diperoleh melalui kemitraan dengan peternak Perusahaan juga menerapkan standar seleksi yang ketat terhadap kualitas susu, mulai dari pakan ternak hingga proses produksi, sehingga menghasilkan susu dengan kandungan protein, kalsium, dan vitamin A yang tinggi.
“Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan.
Karena itu, kami sangat memperhatikan kualitas susu sejak dari peternakan,” ujar Reza saat ditemui di booth Yummy pada pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) & Hospitality Indonesia 2026 di JIExpo, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Selama ini, Yummy dikenal memiliki posisi yang kuat di pasar business to business (B2B). Berbagai produk Yummy telah digunakan oleh hotel, restoran, kafe, hingga pelaku usaha bakery di berbagai daerah di Indonesia.
Produk yang ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari yoghurt, sosis, cream cheese, liquid cheese, hingga berbagai bahan baku untuk kebutuhan industri makanan dan minuman.
Saat ini, distribusi produk Yummy telah menjangkau Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Jakarta, dengan target ekspansi berikutnya ke kawasan Indonesia Timur.
Selain memperkuat pasar B2B, Yummy juga terus meningkatkan penetrasi ke pasar ritel dengan mengedepankan konsep wellness atau gaya hidup sehat.
Menurut Reza, yoghurt Yummy dirancang sebagai produk yang dapat dikonsumsi seluruh anggota keluarga, mulai dari anak usia sekitar dua tahun hingga orang dewasa.
“Produk kami memiliki kandungan bakteri baik yang tinggi, protein lebih tinggi, gula lebih rendah dibandingkan banyak produk sejenis, sehingga baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mendukung kebutuhan nutrisi keluarga,” jelasnya.
Untuk konsumen dengan kebutuhan khusus, Yummy juga menghadirkan varian yoghurt tanpa tambahan gula sehingga dapat menjadi pilihan bagi penderita diabetes maupun masyarakat yang menjalani pola hidup sehat.
Meski mengusung kualitas premium, Yummy tetap menawarkan harga yang kompetitif. Produk yoghurt kemasan 100 gram dijual sekitar Rp 20.000–Rp 22.000, tergantung lokasi penjualan.
Menurut Reza, jika dihitung berdasarkan harga per gram, produk Yummy tetap kompetitif dibandingkan produk sejenis di pasaran.
Ke depan, Yummy akan terus menghadirkan inovasi produk baru sekaligus memperkuat produk-produk unggulan yang telah dikenal pasar.
Melalui keikutsertaan dalam pameran FHI & Hospitality Indonesia 2026, perusahaan berharap dapat memperluas jaringan bisnis, menjalin kerja sama dengan pelanggan baru, sekaligus mempererat hubungan dengan mitra yang telah ada.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat mengenal Yummy sebagai brand olahan susu yang mengutamakan kesehatan. Melalui pameran ini kami berharap dapat bertemu pelanggan baru, memperkuat kerja sama dengan pelanggan lama, sekaligus mengedukasi pasar mengenai keunggulan produk-produk Yummy ” , tambah Reza Arifin kepada Poskota Nasional .com
