ICE BSD , Poskota Nasional
Memasuki usia 70 tahun pada 2026, merek Genteng Karang Pilang terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu produsen material bangunan berbahan tanah liat yang telah menjadi bagian dari sejarah industri konstruksi Indonesia.
Berawal dari produksi genteng keramik sejak 1956, kini perusahaan berkembang menjadi penyedia berbagai produk bangunan premium berbasis lokal.
President Director PT Cerarufindo Primamandiri, Fancy Halim Iskak, MBA., Ph.D., mengatakan perjalanan panjang Karang Pilang tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas produk dan terus berinovasi sesuai kebutuhan pasar.
“Karang Pilang didirikan sejak tahun 1956.
Tahun ini kami memasuki usia 70 tahun. Kami bersyukur masih dapat bertahan melewati berbagai krisis ekonomi hingga sekarang,” ujar Fancy Halim Iskak saat ditemui pada ajang IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, keunggulan utama genteng keramik Karang Pilang terletak pada bahan baku tanah liat pilihan yang dibakar pada suhu sekitar 1.000 derajat Celsius, sehingga menghasilkan produk yang sangat kuat, tidak mudah berubah bentuk, dan memiliki daya tahan puluhan tahun.
“Berbeda dengan genteng beton atau material sejenis, genteng keramik yang diproduksi dengan proses pembakaran tinggi mampu bertahan lebih dari 50 tahun. Banyak pelanggan kami yang masih menggunakan genteng Karang Pilang setelah puluhan tahun,” jelasnya.
Berkembang Menjadi Empat Pilar Bisnis
Seiring perkembangan perusahaan, PT Cerarufindo Primamandiri tidak lagi hanya memproduksi genteng keramik. Saat ini perusahaan memiliki empat lini usaha utama, yaitu:
– Genteng keramik Karang Pilang;
– Rangka atap baja ringan;
– Batu Dekoratif (decorative stone);
– Bata dekoratif.
Seluruh produk tersebut dipasarkan secara luas, terutama di wilayah Jabodetabek hingga berbagai daerah di Indonesia.
Perusahaan juga memiliki tiga fasilitas produksi di Tangerang yang berlokasi di Legok, kawasan Jalan Opek Raya, serta pabrik lainnya yang mendukung produksi rangka atap baja ringan maupun genteng keramik.
Selain itu, perusahaan memiliki jaringan showroom dan kantor pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah seperti BSD, Lippo Karawaci, Bogor, Kelapa Gading, Pondok Pinang, Permata Senayan, hingga Bandung dan Karawang.
Mengutamakan Produk Lokal , Fancy menjelaskan sebagian besar produk perusahaan menggunakan bahan baku dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal (TKDN) yang tinggi.
Untuk produk genteng keramik, sekitar 98 persen bahan bakunya berasal dari Indonesia.
Sementara batu dan bata dekoratif menggunakan lebih dari 90 persen material lokal.
Adapun rangka atap baja ringan memiliki TKDN sekitar 40 persen, karena sebagian bahan baku baja masih harus diimpor.
“Kami percaya produk lokal tidak kalah kualitasnya dibanding produk impor. Bahkan dalam banyak hal justru lebih sesuai dengan kondisi iklim tropis Indonesia,” katanya.
Dirancang Khusus untuk Iklim Tropis
Fancy menjelaskan seluruh produk eksterior Karang Pilang dirancang agar mampu menghadapi kondisi cuaca Indonesia yang panas, lembap, dan memiliki curah hujan tinggi sepanjang tahun.
Untuk produk batu dan bata dekoratif, perusahaan hanya memproduksi material yang memang diperuntukkan bagi penggunaan luar ruangan (outdoor), sehingga tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Sedangkan produk pintu dan jendela aluminium diproduksi sendiri di fasilitas manufaktur perusahaan di Tangerang, sehingga ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek tanpa dibatasi ukuran kontainer seperti produk impor.
“Kami dapat membuat kusen atau pintu dengan bentang hingga belasan meter tanpa sambungan.
Itu menjadi salah satu keunggulan karena kami memiliki fasilitas produksi sendiri,” ujarnya.
Didukung Layanan Pemasangan dan Supervisi, selain menyediakan material, perusahaan juga memberikan layanan pemasangan dan supervisi proyek, khususnya untuk wilayah Jabodetabek.
Untuk proyek di luar Pulau Jawa maupun proyek berskala besar, perusahaan lebih banyak memberikan supervisi teknis kepada kontraktor lokal agar kualitas pemasangan tetap sesuai standar.
“Kami ingin memastikan produk yang bagus juga dipasang dengan benar sehingga hasil akhirnya sesuai harapan pelanggan,” katanya.
Garansi Hingga 10 Tahun, sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas, PT Cerarufindo Primamandiri memberikan garansi produk hingga 10 tahun, lebih panjang dibanding standar industri yang umumnya lima tahun.
Fancy mengatakan proses pewarnaan menggunakan teknologi pembakaran suhu tinggi serta finishing berbahan akrilik berkualitas membuat warna produk tidak mudah pudar meskipun digunakan bertahun-tahun.
“Kami memproduksi sendiri sehingga kualitasnya dapat kami kontrol.
Berbeda dengan produk impor yang proses distribusinya panjang sehingga sulit mengetahui kualitas produksinya secara menyeluruh,” ujarnya.
Optimistis Industri Bangunan Terus Tumbuh,
Meskipun industri bahan bangunan masih menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga komoditas dunia, khususnya aluminium yang mengikuti kurs dolar Amerika Serikat, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek pasar nasional.
Keikutsertaan dalam berbagai pameran sejak 2022 setelah pandemi dinilai berhasil memperluas pasar sekaligus memperkuat hubungan dengan konsumen dan para pelaku proyek.
Dalam ajang IndoBuildTech 2026, perusahaan juga memberikan program promosi khusus berupa potongan harga sebesar lima persen yang berlaku hingga akhir Juli 2026.
“Kami berharap produk-produk lokal Indonesia semakin menjadi pilihan utama masyarakat.
Selama 70 tahun Karang Pilang hadir sebagai bagian dari industri bangunan nasional, dan kami ingin terus menjadi kebanggaan produk Indonesia,” tambah Fancy Halim Iskak.kepada poskota nasional.com
