Jakarta ,Poskota Nasional.
Sebagai bentuk komitmen dalam membangun industri pernikahan yang profesional, terpercaya, dan berkelanjutan, Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (HASTANA) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
HASTANA merupakan organisasi yang menghimpun perusahaan penata acara pernikahan (Wedding Organizer dan Wedding Planner) dari berbagai daerah di Indonesia.
Organisasi ini lahir dari semangat kebersamaan para pelaku industri wedding, terutama setelah menghadapi tantangan besar akibat pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan sektor penyelenggaraan acara pernikahan.
Saat ini HASTANA memiliki sekitar 300 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, sementara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jabodetabek menaungi sekitar 60–70 perusahaan Wedding Organizer dan Wedding Planner yang aktif dan profesional.
Melalui berbagai program kerja, HASTANA secara konsisten menghadirkan pelatihan, pembekalan, peningkatan kompetensi anggota, serta edukasi bagi masyarakat.
Berbagai bidang dalam organisasi menjalankan program sesuai tugasnya, mulai dari pengembangan keanggotaan hingga kegiatan sosial dan kemitraan strategis.
Salah satu kolaborasi yang tengah berjalan adalah kerja sama dengan Gebyar Pernikahan Indonesia serta Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dalam penyelenggaraan program Nikah Fest.
Program ini menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya Nikah Massal serta Bimbingan Perkawinan yang terdiri dari lima sesi materi, mulai dari perspektif fiqih pernikahan hingga perencanaan keuangan keluarga.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa industri wedding Indonesia memiliki banyak pelaku usaha yang profesional, kredibel, dan dapat dipercaya.
Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat setelah muncul sejumlah kasus penipuan vendor pernikahan yang sempat merugikan calon pengantin.
HASTANA mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih vendor pernikahan.
Selain mempertimbangkan harga, calon pengantin juga diimbau untuk memastikan legalitas, rekam jejak, serta kredibilitas penyedia jasa agar terhindar dari berbagai risiko yang dapat mengganggu jalannya pernikahan.
Dalam waktu dekat, HASTANA juga akan menggelar HASTANA Indonesia Congress di Yogyakarta pada Oktober mendatang.
Kegiatan ini menjadi forum nasional yang mempertemukan seluruh anggota HASTANA dari berbagai daerah untuk berdiskusi, memperkuat sinergi organisasi, serta merumuskan arah pengembangan industri pernikahan Indonesia ke depan.
Ketua Umum HASTANA Indonesia dijabat oleh Yuna, sementara Ketua HASTANA DPW Jabodetabek adalah Bunga Firdaus.
Sebagai Ketua Bidang Sosial HASTANA DPW Jabodetabek, Gema Ramdhani menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalankan berbagai program yang bertujuan mempererat kebersamaan antaranggota sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami ingin HASTANA hadir bukan hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih vendor pernikahan yang profesional dan terpercaya.
Kolaborasi bersama Kementerian Agama menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem industri wedding yang sehat, aman, dan berintegritas,” ujar Gema Ramdhani.
Melalui sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan para pelaku industri, HASTANA berharap mampu meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan pernikahan di Indonesia sekaligus menekan potensi terjadinya penipuan yang merugikan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, HASTANA optimistis industri wedding Indonesia akan terus berkembang menjadi sektor yang profesional, berkualitas, dan semakin dipercaya oleh masyarakat luas , tambah
Gema Ramdhani sebagai Ketua Bidang Sosial HASTANA DPW Jabodetabek dan
Founder ITS.G Wedding Organizer kepada Poskota Nasional.com
