Jakarta ,Poskota Nasional
KLB Digelar untuk Mengembalikan Marwah Organisasi ke Semangat Awal Pembentukan Panitia Steering Committee (SC) Kongres Luar Biasa (KLB) menegaskan bahwa pelaksanaan KLB bertujuan untuk mengembalikan marwah dan semangat awal organisasi sebagaimana ketika pertama kali dibentuk pada tahun 2002.
Ketua SC Panitia Pengarah dan Pelaksana, Ansori Toyib, menjelaskan bahwa pada awal berdirinya, organisasi ini lahir dari semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kegembiraan. Anggota berkumpul secara sederhana, penuh rasa bahagia, tanpa nuansa birokratis yang berlebihan.
“Kami ingin kembali ke ruh awal. Dulu kita kumpul karena senang, karena kebersamaan, bukan karena struktur yang kaku dan birokrasi yang berbelit,” ujar Ansori.
Menurutnya, Kongres Luar Biasa ini digelar sebagai respons atas berbagai penyimpangan yang terjadi pada Kongres sebelumnya di Sidoarjo.
Penyimpangan tersebut meliputi pelaksanaan kongres yang dinilai tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk dalam mekanisme pemungutan suara.
Ansori menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah hadir dalam Kongres Sidoarjo dengan niat meluruskan proses yang dianggap tidak sesuai. Namun, keterbatasan posisi tawar membuat upaya pelurusan tersebut tidak membuahkan hasil, baik saat kongres berlangsung maupun pasca kongres.
“Kami menemukan semakin banyak penyimpangan, dan ketika kami sampaikan serta komunikasikan ke kawan-kawan, ruang dialog justru tertutup,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan KLB, panitia menegaskan tidak akan memberlakukan syarat pencalonan ketua umum yang kaku dan elitis. Semua anggota yang memiliki hak suara diberi kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri.
” Kami kembalikan ke pola awal. Siapa saja boleh mencalonkan diri. Soal pantas atau tidak pantas, biarlah anggota yang menilai. Kedaulatan ada di pemilik suara,” tegas Ansori.
Hak suara sepenuhnya diberikan kepada struktur di tingkat kabupaten dan kota sebagai representasi akar rumput.
Komunitas-komunitas kecil tetap dihargai dan diberi ruang untuk bersuara, namun mekanisme suara tetap mengacu pada struktur yang sah.
Lebih lanjut, Ansori mengakui bahwa ke depan akan ada dinamika kepengurusan, mengingat saat ini terdapat dua kepengurusan hasil dari proses yang berbeda.
Ia menilai, pada akhirnya legitimasi akan ditentukan oleh dukungan dan simpati dari akar rumput.
“Siapa yang menang adalah yang lebih dulu menang di hati rakyat, di hati anggota,” pungkasnya.
Kongres Luar Biasa ini menjadi momentum pembukaan awal untuk menentukan arah organisasi ke depan, termasuk pemilihan pimpinan sidang dan penataan kepengurusan yang lebih inklusif, demokratis, dan berlandaskan semangat kebersamaan, tambah Ansori Toyib Ketua SC Kongres Luar Biasa kepada Poskota Nasional.
