NICE PIK 2, Poskota Nasional
Kenaikan biaya energi menjadi tantangan, namun permintaan pasar domestik dan minat pembeli luar negeri terus menunjukkan tren positif.
PT Arwana Citramulia Tbk melalui Arwana Group tetap optimistis terhadap prospek industri keramik nasional sepanjang tahun 2026.
Setelah mencatatkan performa penjualan yang positif pada periode Januari hingga April, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang semakin terbuka baik di pasar domestik maupun internasional.
Senior Sales Project Manager ARNA, Haji Mulyadi Toha, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung dan calon pembeli pada pameran Mega Build Keramika 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan.
Bahkan pada dua hari pertama penyelenggaraan pameran, jumlah pengunjung terpantau sangat ramai dan memberikan prospek positif bagi penjualan produk keramik nasional.
“Kami melihat peluang pasar masih sangat besar. Dari Januari hingga April, prospek penjualan cukup baik.
Di pameran ini juga banyak calon pembeli yang datang untuk menjajaki kerja sama,” ujar Haji Mulyadi Toha saat ditemui di pameran Mega Build/ Keramika di NICE PIK 2, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, minat pembeli dari luar negeri terus meningkat.
Dalam beberapa hari terakhir, Arwana menerima kunjungan calon mitra bisnis dari berbagai negara seperti Malaysia, Maladewa (Maldives), Sri Lanka, hingga Dubai, Uni Emirat Arab.
Situasi geopolitik dan konflik di sejumlah kawasan dinilai turut membuka peluang bagi produk keramik Indonesia untuk mengisi kebutuhan pasar internasional.
Sejumlah negara mulai mencari alternatif pemasok yang dinilai lebih stabil dan kompetitif.
Meski demikian, industri keramik nasional masih menghadapi tantangan berupa tingginya biaya energi, khususnya harga gas industri. Biaya energi saat ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya produksi perusahaan.
“Kami terus berupaya melakukan efisiensi.
Namun kami juga berharap pemerintah dapat mengembalikan kebijakan harga gas yang lebih kompetitif karena industri keramik menggunakan bahan baku dan produksi dalam negeri. Harga gas sangat menentukan daya saing kami,” jelasnya.
Arwana Group bersama asosiasi industri telah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, termasuk melalui surat kepada Presiden serta koordinasi dengan kementerian terkait.
Perusahaan berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan industri yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja di Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Arwana tetap fokus menghadirkan inovasi produk berbasis teknologi terbaru guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang berkualitas, nyaman, dan terjangkau.
“Kami optimistis kebutuhan pembangunan rumah dan properti akan terus meningkat.
Karena itu, kami akan terus mengembangkan produk-produk baru dengan teknologi yang lebih baik agar mampu memberikan nilai tambah bagi konsumen,” tutup Haji Mulyadi Toha kepada Poskota Nasional
Arwana Group merupakan salah satu produsen keramik terbesar di Indonesia yang fokus menyediakan produk keramik berkualitas dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun ekspor.
