JAKARTA, Poskota Nasional
Perkembangan organisasi dan industri grafika di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif.
Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Sulawesi Selatan kini mencatat pertumbuhan jumlah anggota aktif hingga mencapai sekitar 60 orang, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang masih berada di bawah 20 anggota.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator semakin kuatnya komunikasi dan silaturahmi antar-pelaku usaha grafika di Sulawesi Selatan.
Wakil Ketua II DPD PPGI Sulawesi Selatan, Muh. Iqbal, S.H., M.Kn., mengatakan penguatan hubungan antaranggota terus dilakukan melalui berbagai kegiatan bersama, termasuk kegiatan arisan yang menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antar-pengurus.
“Alhamdulillah, kondisi PPGI Sulawesi Selatan saat ini semakin berkembang.
Dari sebelumnya anggota aktif masih di bawah 20 orang, sekarang sudah mencapai sekitar 60 orang.
Ini menunjukkan adanya perkembangan yang cukup baik,” ujar Muh. Iqbal saat ditemui di sela-sela pameran All Print Indonesia di JIExpo, Jakarta, Selasa (7/10/2026).
Menurutnya, pertumbuhan organisasi tersebut juga berjalan seiring dengan perkembangan bisnis grafika di Sulawesi Selatan.
Namun, para pelaku usaha tetap menghadapi tantangan, terutama meningkatnya biaya operasional dan biaya tenaga kerja.
Kenaikan biaya produksi, kata Iqbal, menjadi tantangan tersendiri karena tidak selalu dapat langsung diteruskan kepada konsumen.
Pelaku usaha harus mempertimbangkan daya beli pasar yang masih mengacu pada harga sebelumnya, sementara biaya produksi telah mengalami perubahan.
“Biaya operasional dan biaya pegawai tentu memberikan pengaruh terhadap bisnis.
Persoalannya, pasar belum tentu bisa langsung menerima kenaikan harga karena konsumen masih mengingat harga-harga sebelumnya.
Jadi, pelaku usaha harus pintar mencari strategi agar tetap bisa bertahan,” jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi memberikan peluang baru bagi industri grafika. Pelaku usaha di Sulawesi Selatan mulai beralih dari sistem konvensional menuju penggunaan teknologi modern, baik dalam proses produksi maupun pengemasan.
Penggunaan digital printing, teknologi packaging, hingga mesin filling menjadi bagian dari perkembangan tersebut.
Menurut Iqbal, investasi pada teknologi merupakan kebutuhan penting agar perusahaan grafika mampu meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat pelaku industri harus terus melakukan pembaruan perangkat dan sistem kerja. Karena itu, program pembaruan teknologi secara berkala menjadi salah satu perhatian penting bagi pelaku usaha grafika.
“Teknologi terus berkembang. Ada program bahwa dalam kurun waktu tertentu harus dilakukan update dan upgrade teknologi.
Ini penting supaya pelaku usaha tidak tertinggal dan tetap mampu memberikan layanan yang berkualitas kepada pasar,” katanya.
Pelaku Bisnis Grafika Semakin Berkualitas
Iqbal melihat jumlah pelaku bisnis di bidang grafika di Sulawesi Selatan tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga mengalami peningkatan dari sisi kualitas dan kemampuan beradaptasi.
Transformasi dari sistem konvensional menuju teknologi modern dinilai telah membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jenis layanan yang ditawarkan.
“Pelaku bisnis di dunia grafika semakin bertambah dan kualitasnya juga semakin meningkat. Kita melihat adanya perubahan dari sistem konvensional menuju teknologi yang lebih modern,” ungkapnya.
Di sisi organisasi, PPGI Sulawesi Selatan juga terus mendorong koordinasi dan komunikasi antar-pengurus, termasuk dengan jajaran DPD dan DPRD, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan keberadaan organisasi di daerah.
Dukungan terhadap Kepemimpinan
Organisasi
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PPGI, Muh. Iqbal menyebut Munir masih menjadi salah satu figur yang dinilai kuat dan mendapat perhatian di kalangan organisasi.
Menurutnya, sosok Munir selama ini tetap menjadi teladan dalam menjalankan organisasi dan membangun kebersamaan di antara para anggota.
“Menjelang Munas, Pak Munir masih menjadi salah satu calon kuat. Bagi kami, beliau tetap menjadi teladan dalam berorganisasi. Yang paling penting adalah bagaimana organisasi ke depan dapat terus berkembang dan mampu menjawab tantangan industri,” tuturnya.
Dengan pertumbuhan anggota, perkembangan teknologi, serta semakin kuatnya koordinasi antar-pelaku usaha, PPGI Sulawesi Selatan optimistis industri grafika di wilayah tersebut akan terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar.
Perkembangan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PPGI untuk memperkuat peran organisasi dalam mendampingi pelaku usaha grafika menghadapi tantangan biaya produksi, perubahan teknologi, dan tuntutan pasar yang semakin dinamis, tambah Muh IQBAL S.H.Mkn kepada Poskota Nasional
