Jakarta , Poskota Nasional
Perkembangan industri vape di Indonesia terus mengalami dinamika seiring meningkatnya jumlah pelaku usaha dan merek yang hadir di pasar.
Di tengah persaingan tersebut, Vape Packer berupaya memperkuat eksistensinya melalui pengembangan produk, edukasi konsumen dewasa, serta perluasan pasar hingga ke tingkat global.
Direktur Vape Packer, Tommy Salim, mengatakan perjalanan perusahaan berawal dari bisnis ritel sebelum kemudian berkembang dengan memproduksi dan mengembangkan produk sendiri.
“Awalnya kita sudah bermain di bisnis ritel, kemudian mulai mencoba membuat produk sendiri.
Sampai hari ini kita terus berkembang dan secara pasar nasional juga terus mencoba untuk bisa masuk ke pasar global,” ujar Tommy Salim saat ditemui di booth Vape Packer dalam gelaran JIVE Vape Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Menurut Tommy, pasar vape di Indonesia saat ini diisi oleh puluhan merek, baik dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah merek berasal dari negara seperti China dan Malaysia, sementara sebagian besar lainnya merupakan merek lokal yang beroperasi di pasar Indonesia.
Kondisi tersebut membuat persaingan industri semakin dinamis. Namun, Tommy melihat perkembangan industri tidak hanya berkaitan dengan penjualan, tetapi juga bagaimana pelaku usaha memberikan edukasi kepada konsumen mengenai penggunaan produk secara bertanggung jawab serta pentingnya mematuhi ketentuan yang berlaku.
Dari sisi harga, produk Vape Packer saat ini berada pada kisaran Rp80.000 hingga Rp120.000, dengan sasaran konsumen berusia 21 tahun ke atas, sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang diterapkan dalam kegiatan pemasaran perusahaan.
“Harapan kita bukan hanya bagaimana produk bisa dikenal, tetapi juga edukasinya bisa tersampaikan. Karena itu, di event seperti ini kita juga melakukan pembatasan akses untuk pengunjung yang belum memenuhi batas usia,” jelas Tommy.
Dorong Edukasi di Tengah Dinamika Industri
Tommy , menilai pameran dan eksibisi menjadi salah satu sarana penting bagi industri untuk memperkenalkan produk sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai produk vape.
Dalam gelaran JIVE Vape Expo, misalnya, penyelenggara dan peserta menghadirkan berbagai produk dari pelaku industri nasional maupun internasional.
Bagi Vape Packer, kehadiran dalam pameran tidak semata-mata menjadi ajang komersial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen dewasa.
“Kalau kita menyebutnya, ini seperti pesta rakyat. Kita ingin sebanyak mungkin orang yang sudah memenuhi batas usia bisa melihat produk, mengenal produk, dan mendapatkan edukasi,” kata Tommy.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan filtrasi usia di area masuk pameran, sehingga pengunjung yang belum berusia 21 tahun tidak diperkenankan masuk ke area produk.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai produk disampaikan kepada kelompok konsumen yang sesuai dengan ketentuan usia yang berlaku.
Industri Terus Beradaptasi
Tommy mengakui perjalanan industri vape tidak selalu berjalan mulus.
Seperti halnya sektor bisnis lainnya, industri vape menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan kondisi pasar hingga isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan produk untuk memasukkan zat terlarang.
Menurut Tommy, pelaku industri perlu berkolaborasi dengan pihak terkait dan mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Vape Packer, kata dia, juga terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam konteks edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Kita ingin membantu memberikan edukasi. Jangan sampai semua produk atau semua orang kemudian dianggap sama. Kalau ada penyalahgunaan atau produk yang digunakan untuk hal-hal yang melanggar hukum, tentu itu harus ditindak sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ke depan, Vape Packer berharap industri vape Indonesia dapat terus berkembang dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, edukasi konsumen dewasa, inovasi produk, serta peluang ekspor.
Dari perjalanan yang bermula dari bisnis ritel hingga mengembangkan produk sendiri, perusahaan kini menargetkan langkah berikutnya: memperluas jangkauan produk Indonesia ke pasar internasional.
“Pasar Indonesia tetap menjadi bagian penting. Tetapi kita juga terus mencoba untuk membawa produk dan brand Indonesia agar bisa dikenal di pasar global,” tambah Tommy Salim kepada Poskota Nasional
