ICE BSD , Poskota Nasional.
Keikutsertaan PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) dalam ajang Enlit Asia 2026 atau Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, tidak hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan kapabilitas perusahaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis di tingkat regional Asia.
Pameran yang berlangsung pada 22–26 September 2026 tersebut mempertemukan pelaku industri ketenagalistrikan, energi, teknologi, regulator, serta perusahaan dari berbagai negara di kawasan Asia. Bagi PT GUT, kehadiran dalam ajang regional tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus membuka peluang kemitraan baru di luar pasar domestik.
Direktur Keuangan PT Graha Usaha Teknik, Ambarlin Widanarti, mengatakan perkembangan ekonomi dan industri di kawasan Asia berjalan semakin cepat dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, khususnya infrastruktur ketenagalistrikan yang andal.
“Asia merupakan kawasan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang sangat cepat.
Pertumbuhan industri, digitalisasi, hingga pembangunan data center membutuhkan dukungan infrastruktur energi dan kelistrikan yang andal. Bagi PT Graha Usaha Teknik, kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperluas kontribusi perusahaan di tingkat regional,” ujar Ambarlin saat ditemui Poskota Nasional.com di sela-sela penyelenggaraan Enlit Asia 2026 di ICE BSD City.
Menurut Ambarlin, sebagai perusahaan nasional, PT GUT ingin mengambil bagian dalam perkembangan pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor kelistrikan dan energi.
“Kami sebagai anak bangsa ingin berkontribusi dalam perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tidak hanya di Indonesia tetapi juga melihat peluang kolaborasi di kawasan Asia. Melalui pameran seperti ini, kami mendapatkan banyak wawasan dan pengalaman baru, sekaligus bertemu dengan calon mitra yang memiliki prospek kerja sama ke depan,” katanya.
Membuka Peluang Kolaborasi Regional
Enlit Asia 2026 juga menjadi ruang bagi PT GUT untuk menjajaki potensi kolaborasi dengan berbagai perusahaan yang hadir dari dalam maupun luar negeri.
Ambarlin menuturkan, peluang kerja sama yang terbuka tidak terbatas pada sektor ketenagalistrikan semata.
Perkembangan industri dan teknologi memungkinkan terjadinya sinergi lintas sektor, terutama pada bidang yang membutuhkan dukungan infrastruktur energi dan kelistrikan.
“Dari pameran ini kami melihat banyak sekali peluang untuk berkolaborasi. Bukan hanya dalam kepentingan bisnis di sektor kelistrikan, tetapi juga terbuka kemungkinan kerja sama di sektor lainnya yang saling mendukung. Ini menjadi salah satu nilai penting yang kami dapatkan dari keikutsertaan PT GUT di Enlit Asia,” ujarnya.
Menurutnya, interaksi dengan pelaku industri dari berbagai negara juga memberikan perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan infrastruktur di kawasan Asia.
Hal tersebut sekaligus mendorong PT GUT untuk terus memperkuat portofolio, sumber daya manusia, serta kemampuan engineering agar mampu menjawab kebutuhan proyek-proyek berskala nasional maupun regional.
Data Center Dorong Kebutuhan Listrik Andal.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian PT GUT adalah perkembangan data center seiring dengan pesatnya ekonomi digital dan penggunaan teknologi di Asia.
Ambarlin menjelaskan, pertumbuhan data center membawa konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan listrik, terutama karena fasilitas tersebut membutuhkan pasokan daya yang stabil dan sistem kelistrikan dengan tingkat keandalan tinggi.
“Kalau kita melihat perkembangan data center di Indonesia, saat ini sudah ada sejumlah proyek yang berkembang dan potensinya masih sangat besar.
Teknologi yang digunakan juga terus berkembang. Salah satu tantangannya adalah kebutuhan daya listrik yang tinggi untuk mendukung perangkat komputasi dan prosesor yang beroperasi secara terus-menerus,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Ambarlin, membuat infrastruktur kelistrikan menjadi bagian yang sangat penting dalam ekosistem data center.
“Setiap aktivitas digital yang kita lakukan membutuhkan infrastruktur energi di belakangnya. Karena itu, kebutuhan terhadap sumber listrik yang cukup, stabil, dan andal akan semakin besar. Kami berharap PT GUT dapat mengambil bagian dalam perkembangan tersebut melalui kompetensi engineering, EPC, dan konstruksi yang kami miliki,” katanya.
Perkuat Portofolio dan Kompetensi
PT GUT melihat perkembangan industri digital dan pembangunan infrastruktur energi sebagai peluang untuk memperluas portofolio perusahaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Direktur Teknis PT GUT, Abdul Hamid, yang turut hadir dalam Enlit Asia 2026, menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengembangkan kemampuan teknis dan engineering untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.
“Perkembangan teknologi dan kebutuhan energi saat ini menuntut kemampuan engineering yang semakin baik. Kami terus memperkuat kompetensi tim dan pengalaman proyek agar dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik untuk sektor kelistrikan, energi, industri maupun infrastruktur pendukung lainnya,” ujar Abdul Hamid.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, PT GUT memiliki kompetensi di bidang elektrikal, instrumentasi, mekanikal, sipil, serta layanan Engineering, Procurement, Construction (EPC) dan maintenance.
Perusahaan juga telah memiliki pengalaman dalam mengerjakan berbagai proyek kelistrikan dan energi, termasuk proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan dan infrastruktur transmisi.
Targetkan Portofolio Semakin Kuat
Ambarlin berharap keikutsertaan PT GUT dalam Enlit Asia 2026 dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas jaringan perusahaan sekaligus menghasilkan peluang kerja sama baru.
“Harapan kami, setelah mengikuti pameran ini, PT Graha Usaha Teknik dapat memiliki portofolio yang semakin baik, tidak hanya secara nasional tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang di tingkat regional. Kami ingin terus membangun kolaborasi dengan perusahaan lain dan menjadi bagian dari perkembangan infrastruktur energi dan kelistrikan di Asia,” tuturnya.
Keikutsertaan PT GUT dalam Enlit Asia 2026 sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan perkembangan kebutuhan energi, serta memperluas kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi digital.
Tentang PT Graha Usaha Teknik
PT Graha Usaha Teknik merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang Manajemen Proyek, Engineering, Procurement, Construction (EPC), dan Maintenance untuk sektor industri, infrastruktur, dan energi.
Berdiri sejak 2005, PT GUT memiliki kompetensi inti di bidang Elektrikal, Instrumentasi, Mekanikal, dan Sipil, serta didukung pengalaman dalam berbagai proyek kelistrikan dan energi. PT GUT juga memiliki sertifikasi manajemen mutu internasional ISO 9001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO 37001:2016.
