JAKARTA , Poskota Nasional
Industri sistem dan teknologi tanpa awak (drone) di Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin positif.
Kualitas produk, kapasitas manufaktur, serta tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang dimiliki pelaku industri nasional terus mengalami peningkatan.
Ketua Umum Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA), Indra Permana Sofyan, mengatakan perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk membangun kemandirian teknologi drone sekaligus memperkuat posisi industri nasional agar mampu menjadi pemain utama di pasar dalam negeri.
Menurut Indra, ASTTA hadir sebagai wadah yang menaungi para pelaku industri sistem dan teknologi tanpa awak di Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem industri yang semakin kuat dan mandiri.
“Perkembangannya sangat positif.
Ini merupakan pameran yang keempat. Kalau kita lihat dari kualitas produk yang ditampilkan, setiap penyelenggaraan selalu mengalami perkembangan. Produk dan teknologi yang ditampilkan semakin beragam dan semakin baik,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, saat ini penggunaan teknologi drone di Indonesia tidak lagi terbatas pada satu sektor.
Aplikasinya telah berkembang mulai dari pertanian, penyemprotan, pemetaan, pengawasan, hingga kebutuhan inspeksi di berbagai bidang.
Untuk sektor pertanian, misalnya, drone penyemprotan menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan.
Selain itu, terdapat pula drone untuk pemetaan dan pengawasan lahan serta berbagai kebutuhan operasional lainnya.
“Berdasarkan kondisi dan kebutuhan pemerintah saat ini, penggunaan drone untuk penyemprotan masih menjadi salah satu yang paling banyak.
Kerja samanya juga lebih banyak melalui pengadaan langsung, terutama untuk mendukung program pemerintah di sektor pertanian,” jelasnya.
Indra menilai, kebutuhan pemerintah terhadap teknologi drone dapat menjadi peluang besar sekaligus pembuka pasar bagi produk dan merek lokal Indonesia.
Karena itu, ia berharap kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat semakin memberikan ruang bagi produk dalam negeri, terutama produk yang telah memiliki kemampuan teknologi dan kualitas yang memenuhi kebutuhan pengguna.
“Pengadaan pemerintah seharusnya dapat menjadi pembuka pasar bagi produk lokal dan brand lokal Indonesia.
Kalau produk dalam negeri sudah diprioritaskan dan terbukti digunakan oleh pemerintah, maka kepercayaan sektor swasta juga akan semakin tumbuh,” katanya.
Menurut Indra, kepercayaan pasar merupakan salah satu kunci penting dalam mempercepat pertumbuhan industri drone nasional.
Semakin banyak produk lokal yang digunakan dalam proyek pemerintah, semakin besar pula peluang produk tersebut untuk memperoleh kepercayaan dari sektor swasta dan pasar yang lebih luas.
Ia juga menekankan bahwa sebagian besar pelaku industri yang tergabung dalam ekosistem drone nasional memiliki kemampuan manufaktur dan pengalaman panjang di Indonesia. Bahkan, banyak produk yang telah memiliki TKDN di atas 50 persen.
“Ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya sudah memiliki kemampuan industri.
Tinggal bagaimana ekosistemnya terus diperkuat, mulai dari kebijakan, pengadaan, pengembangan teknologi, sampai perluasan pasar,” ujar Indra.
ASITA berharap pemerintah, industri, dan pengguna teknologi dapat terus membangun kolaborasi untuk mempercepat kemandirian teknologi tanpa awak di Indonesia.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, industri drone nasional dinilai memiliki peluang besar untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berkembang menjadi pemain yang kompetitif di tingkat regional.
Indra Permana Sofyan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum ASTTA (Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak).
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Vice Chairman for External Affairs serta CEO PT Bentara Tabang Nusantara (BETA).
Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) merupakan wadah bagi para pelaku industri sistem dan teknologi tanpa awak di Indonesia.
ASTTA berkomitmen, mendorong pengembangan ekosistem industri, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas manufaktur nasional, serta pemanfaatan teknologi tanpa awak untuk mendukung berbagai sektor pembangunan di Indonesia, tambah Indra Permana Sopian saat ditemui seusai Talkshow di Pameran INTI Indonesia Technology & Innovationdi jiexpo Kemayoran Selasa 11/8/2026
