Jakarta, Poskota Nasional
PT Ataka Sarana Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi terpadu (one stop solution) bagi kebutuhan industri manufaktur di Indonesia.
Berbekal pengalaman hampir enam tahun sejak berdiri September 2020, perusahaan kini memperluas jangkauan pasar melalui partisipasinya pada ajang pameran industri yang digelar GEM Indonesia di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Direktur PT Ataka Sarana Indonesia, Diding, mengatakan bahwa perusahaan bergerak sebagai trading company yang bekerja sama dengan berbagai mitra manufaktur untuk menghadirkan beragam produk pendukung proses produksi industri.
“Fokus kami adalah menyediakan solusi yang lengkap bagi industri proses.
Produk kami mencakup cutting tools, peralatan untuk injection moulding, plastic moulding, casting, hingga berbagai kebutuhan pemotongan logam, aluminium, maupun material lainnya.
Bahkan untuk industri pengolahan kayu, kami juga memiliki produk yang sesuai,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pameran, Rabu (29/7/2026)
Selama ini, pasar utama PT Ataka Sarana Indonesia berasal dari sektor manufaktur otomotif roda dua dan roda empat, industri perkeretaapian, hingga perkapalan.
Perusahaan melayani berbagai pabrik yang mengandalkan mesin produksi dengan proses pemotongan material sebagai bagian dari kegiatan manufakturnya.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk-produk yang dipasarkan Ataka Sarana Indonesia juga telah menjangkau pasar internasional secara tidak langsung melalui pelanggan yang mengekspor hasil produksinya ke berbagai negara.
Di sisi lain, perusahaan juga melayani kebutuhan pelanggan secara fleksibel, termasuk permintaan dalam jumlah kecil maupun kebutuhan khusus selama masih memungkinkan untuk dipenuhi.
Partisipasi dalam pameran industri sektor maritim dan perkeretaapian kali ini menjadi pengalaman baru sekaligus langkah strategis perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis.
“Kami berharap setelah mengikuti pameran ini, pasar kami semakin luas dan semakin banyak industri yang mengenal solusi yang kami tawarkan,” kata Diding.
Lebih jauh, ia menaruh harapan besar terhadap perkembangan industri nasional agar semakin mandiri dan tidak terus bergantung pada produk dari luar negeri.
“Kami ingin Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri dalam sektor industri.
Anak-anak muda harus berani berinovasi dan menciptakan sesuatu, bukan hanya mengikuti tren dunia.
Banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki pendidikan tinggi, tetapi tantangan kita adalah bagaimana mereka mampu menjadi pencipta teknologi dan produk, bukan sekadar pengguna atau pengikut,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pengalaman di dalam perusahaan.
Generasi muda perlu terus memperluas wawasan, belajar dari berbagai pihak, serta mengembangkan kemampuan agar mampu menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri nasional.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra manufaktur dan komitmen menghadirkan solusi industri yang lengkap, PT Ataka Sarana Indonesia optimistis dapat terus mendukung pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.
