Jakarta, Poskota Nasional
PT Integrasi Akuakultur Indonesia melalui Aquabiofresh Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan teknologi akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Mengusung sistem budidaya bioflok, perusahaan mengembangkan ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan produktivitas pembudidaya ikan di Indonesia.
CEO PT Integrasi Akuakultur Indonesia, Rafi Kemal, Sarjana Perikanan dan Magister Perikanan, mengatakan bahwa Aquabiofresh Indonesia saat ini masih berfokus pada pengembangan budidaya ikan air tawar.
Namun, ke depan perusahaan menargetkan pengembangan teknologi yang sama untuk sektor perikanan air laut, termasuk budidaya udang vaname.
“Kami ingin menghadirkan sistem budidaya yang mudah diterapkan, efisien, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan hasil panen para pembudidaya,” ujar Rafi Kemal saat ditemui dalam pameran GEM Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Aquabiofresh Indonesia tidak hanya mengembangkan teknologi bioflok, tetapi juga menghadirkan berbagai produk inovasi pendukung budidaya.
Produk tersebut meliputi teknologi pengolahan kualitas air serta suplemen tambahan pakan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi budidaya.
Selain penyediaan produk, perusahaan juga memberikan pendampingan teknis kepada para pembudidaya mulai dari tahap persiapan kolam, proses budidaya, hingga masa panen.
Pendampingan tersebut bertujuan agar penerapan sistem bioflok berjalan optimal dan mampu mencapai target produksi yang diharapkan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha perikanan, Aquabiofresh Indonesia juga menyediakan sarana dan prasarana budidaya, termasuk pembangunan kolam bioflok sesuai kebutuhan pelanggan.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh sehingga pembudidaya, termasuk yang baru memulai usaha, dapat menjalankan sistem bioflok dengan baik.
Aquabiofresh Indonesia berdiri pada Desember 2022 dengan mengawali kegiatan melalui riset dan pengembangan teknologi.
Setelah melalui proses penelitian dan penyempurnaan produk, perusahaan mulai memasarkan hasil inovasinya kepada masyarakat pada Februari 2024.
Dalam waktu relatif singkat, jaringan pemasaran Aquabiofresh Indonesia telah menjangkau 32 provinsi di Indonesia dengan lebih dari 1.100 pelanggan. Sekitar 20 persen transaksi dilakukan melalui skema pembelian kredit, sementara sisanya dilakukan secara tunai.
Mayoritas pelanggan Aquabiofresh Indonesia merupakan pelaku usaha budidaya ikan, mulai dari skala rumah tangga dengan satu kolam hingga pembudidaya skala komersial yang mengelola puluhan bahkan lebih dari 150 kolam bioflok.
Rafi menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga membangun ekosistem akuakultur yang berkelanjutan.
Ke depan, Aquabiofresh Indonesia menargetkan integrasi penuh dari penyediaan benih berkualitas, pendampingan budidaya, hingga penyerapan hasil panen untuk kemudian disalurkan ke pasar.
“Kami ingin membangun rantai usaha akuakultur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga para pembudidaya memperoleh kepastian teknologi, pendampingan, hingga akses pasar. Dengan demikian, budidaya ikan dapat menjadi usaha yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan,” tutup Rafi Kemal.
Melalui inovasi teknologi bioflok, produk unggulan, konstruksi kolam modern, serta layanan konsultasi yang komprehensif, Aquabiofresh Indonesia optimistis dapat menjadi salah satu motor penggerak transformasi sektor akuakultur nasional menuju sistem budidaya yang lebih maju, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
