Tangerang, Poskota Nasional

PT Wiaga Intech Nusantara terus memperkuat posisinya di industri konstruksi dengan menghadirkan juga kain material membran tensile berbahan dasar PVC yang inovatif dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan arsitektur modern.
Produk ini diimpor langsung dari Belgia dan telah digunakan secara luas di Indonesia sejak 2018.
Direktur PT Wiaga Intech Nusantara, Ferry Djayaprawira, menyampaikan bahwa kain membran tensile PVC kini semakin diminati, baik untuk proyek swasta maupun pemerintah. Sejumlah proyek telah tersebar di berbagai daerah, seperti Aceh, Makassar, hingga Pasuruan, Jawa Timur.
” Sejak 2018, penggunaan kain membran tensile material ini terus meningkat.
Market di Indonesia cukup besar dan menunjukkan tren pertumbuhan positif setiap tahunnya,” ujar Ferry saat ditemui di ajang ARCH:ID di Tangerang.
Menurutnya, saat ini penggunaan kain membran tensile PVC banyak diaplikasikan pada fasilitas olahraga, seperti lapangan padel, tenis, dan basket. Perusahaan berfokus pada desain dan pemasangan atap kain membran tensile , sementara perancangan keseluruhan proyek biasanya dilakukan oleh arsitek.
“Harga sangat tergantung pada desain dan spesifikasi material.
Untuk struktur baja umumnya menggunakan bahan lokal, sedangkan membran kami impor dari Belgia,” jelasnya.
Partisipasi dalam pameran ARCH:ID juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan material ini kepada masyarakat luas. Ferry mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung cukup tinggi selama pameran berlangsung.
” Kami berharap masyarakat semakin mengenal material membran ini, memahami manfaatnya, dan tertarik untuk menggunakannya dalam berbagai proyek,” tambahnya.
Secara global, PT Wiaga Intech Nusantara telah menjangkau pasar Asia sejak awal 2000-an, dengan kehadiran di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Kenaikan dolar berdampak pada biaya impor, sehingga beberapa proyek memerlukan penyesuaian anggaran.
“Beberapa proyek harus melakukan evaluasi karena perubahan nilai tukar. Namun demikian, kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan pasar ke depan,” tambah Ferry Djajaprawira kepada Poskota Nasional
