JAKARTA, Poskota Nasional
Industri percetakan nasional dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan yang kuat, terutama didorong meningkatnya kebutuhan packaging dan produk cetakan seiring pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan di Indonesia.
Optimisme tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Akhmad Mugi, yang kembali terpilih untuk memimpin organisasi tersebut untuk ketiga kalinya.
Ia menyampaikan sejumlah agenda prioritas PPGI, salah satunya memperluas keterlibatan anggota dalam pengadaan pemerintah melalui LKPP e-Katalog.
Menurut Akhmad Mugi, semakin banyak perusahaan percetakan yang masuk ke dalam e-Katalog akan membuka peluang bagi pelaku industri di daerah untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas, termasuk mengikuti proses pengadaan pemerintah di berbagai wilayah Indonesia.
“Target saya adalah semakin banyak anggota PPGI di seluruh Indonesia yang bisa masuk LKPP e-Katalog. Dengan begitu, mereka mempunyai kesempatan mengikuti tender di seluruh Indonesia,” kata Akhmad Mugi seusai Munas PPGI di Hall C dalam acara All Printing Indonesia 2026,
Kamis (8/10/2026).
Untuk merealisasikan target tersebut, PPGI akan memperkuat edukasi kepada anggota di daerah. Edukasi tidak hanya berkaitan dengan peluang pasar, tetapi juga kesiapan perusahaan dalam mengikuti mekanisme pengadaan pemerintah dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
PPGI juga akan terus membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah.
Organisasi ini berharap pemerintah dapat memberikan dukungan nyata kepada industri percetakan nasional melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif serta kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Salah satu perhatian PPGI adalah membanjirnya produk cetakan dan kemasan impor. PPGI berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang mendorong penggunaan produk cetakan dan kemasan hasil produksi industri dalam negeri.
“Sebisa mungkin kebutuhan kemasan dan barang cetakan di Indonesia diproduksi oleh industri Indonesia. Dengan begitu, industri percetakan nasional bisa tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian,” ujar Akhmad Mugi.
Ia menilai keberadaan jaringan PPGI di daerah menjadi modal penting untuk menjalankan program tersebut. Melalui struktur DPD di berbagai wilayah, PPGI dapat melakukan pembinaan dan edukasi secara lebih dekat kepada para pelaku usaha percetakan sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing daerah.
Akhmad Mugi, pun optimistis perkembangan industri percetakan akan terus berjalan seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek paling menjanjikan adalah packaging.
“Industri percetakan tidak akan mati. Packaging justru akan terus meningkat seiring dengan kenaikan ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, kebutuhan terhadap kemasan dan produk cetakan juga akan meningkat,” tegasnya.
Munas PPGI sendiri menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan agenda kerja PPGI ke depan.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian All Printing Indonesia 2026 yang digelar pada 7–10 Oktober 2026 di Hall C, Jakarta.
