ICE BSD, Poskota Nasional
Brand parfum lokal Evomi terus memperluas jangkauan pasarnya dengan mengombinasikan strategi pemasaran digital dan kehadiran langsung di berbagai event offline.
Setelah sebelumnya melakukan peluncuran dan pemasaran secara agresif melalui kanal online, Evomi kini mulai memperkuat interaksi langsung dengan konsumen melalui berbagai pameran dan event kecantikan.

Hal tersebut disampaikan Dzikri, Chief Executive Officer (CEO) Dominatus sekaligus Owner Evomi, saat ditemui di Booth 9 dalam ajang Cosmo Beaute Indonesia 2026 di ICE BSD, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Dzikri, kehadiran Evomi di berbagai event offline merupakan bagian dari strategi untuk memperkenalkan produk sekaligus memberikan kesempatan kepada calon konsumen untuk mengenal aroma parfum secara langsung.
“Kalau parfum, orang kan tidak bisa langsung tahu aromanya kalau hanya membeli secara online.
Kami berharap melalui event offline, orang bisa mengenal Evomi dan mencoba aromanya secara langsung. Setelah mereka tahu produknya, harapannya traffic ke kanal online juga ikut meningkat,” ujar Dzikri.
Saat ini, Evomi fokus pada lini parfum dengan sejumlah varian aroma yang ditujukan untuk karakter dan kebutuhan konsumen yang berbeda. Beberapa di antaranya menghadirkan karakter aroma woody, warm, floral hingga fruity sweet.
Dzikri menjelaskan, salah satu varian memiliki karakter aroma woody yang memberikan kesan seperti berada di lingkungan rumah kayu. Sementara varian lainnya menghadirkan aroma hangat yang dinilai cocok digunakan pada malam hari atau ketika cuaca dingin.
Evomi juga memiliki pilihan dengan karakter aroma bunga mawar serta varian dengan nuansa manis dan fruity.
Dari sisi target pasar, Evomi menyasar konsumen yang cukup luas, mulai dari pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, hingga konsumen usia produktif sekitar 30 tahun.
Strategi tersebut membuat Evomi berupaya menghadirkan produk yang dapat diterima oleh berbagai kelompok konsumen.
Dari 1.000 Botol, Evomi Bersiap Tingkatkan Produksi
Sebagai brand yang masih berada dalam tahap validasi pasar, Evomi untuk tahap awal memproduksi sekitar 1.000 botol.
Jumlah tersebut akan menjadi salah satu indikator bagi perusahaan dalam menentukan kapasitas produksi berikutnya.
“Untuk produksi awal masih dalam tahap validasi pasar, kita sekitar 1.000 botol dulu. Kalau respons pasar bagus, pada produksi berikutnya kami bisa meningkatkan jumlahnya lima kali bahkan sepuluh kali lipat,” kata Dzikri.
Evomi juga menyatakan bahwa produknya telah memiliki izin edar dari BPOM dan masa kedaluwarsa produk sekitar dua tahun.
Untuk pengembangan dan produksi, perusahaan bekerja dengan mitra manufaktur serta pemasok fragrance yang digunakan dalam proses produksi.
Fasilitas produksi Evomi berada di kawasan Pergudangan Sigma Kartika, sementara kantor perusahaan berada di wilayah Tangerang.
Tak Hanya Parfum, Bidik Pengembangan Body Care
Ke depan, Evomi juga membuka peluang untuk memperluas lini produknya ke kategori body care, salah satunya body lotion
Pengembangan tersebut dinilai memiliki peluang karena konsumen dapat menggunakan produk perawatan tubuh dengan aroma yang selaras dengan parfum Evomi.
“Untuk sementara kami fokus di parfum. Tetapi ke depannya kami juga tertarik masuk ke body care, misalnya body lotion yang menggunakan aroma dari parfum kami,” ujar Dzikri
Selain Cosmo Beaute Indonesia 2026, Evomi juga tengah mempersiapkan kehadirannya dalam sejumlah event offline lainnya, termasuk agenda di JCC Senayan. Di salah satu event tersebut, Evomi akan berada di tengah puluhan brand parfum lainnya.
Bagi Evomi, keikutsertaan dalam pameran bukan hanya mengenai penjualan, tetapi juga menjadi sarana membangun exposure, memperluas jaringan, serta membuka peluang kolaborasi dengan sesama pelaku industri parfum.
“Kami ingin kenalan dengan brand-brand parfum lainnya. Harapannya kita bisa menjadi satu komunitas dan saling membantu,” tutur Dzikri.
Perkuat Online, Bangun Pengalaman Offline
Meski memperluas aktivitas offline, Evomi tetap menjadikan kanal digital sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan. Produk Evomi saat ini dapat ditemukan melalui kanal e-commerce dan social commerce, termasuk Shopee dan TikTok.
Kehadiran di event offline diharapkan dapat menciptakan pengalaman pertama bagi konsumen untuk mencoba produk secara langsung, yang kemudian berlanjut menjadi kunjungan dan transaksi melalui kanal digital
“Harapannya setelah event ini exposure kami semakin besar, Instagram semakin ramai, begitu juga toko kami di Shopee dan TikTok.
Jadi offline dan online bisa saling mendukung,” kata Dzikri.
Dengan menggabungkan pengalaman mencoba produk secara langsung dengan kekuatan pemasaran digital, Evomi menargetkan pertumbuhan yang lebih luas sekaligus membangun kedekatan dengan konsumen.
“Simply Dominant.”
