JAKARTA ,Poskota Nasional
Perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Donggala Utara, Sulawesi Tengah, kembali disuarakan dalam Rapimnas dan Konsolidasi Nasional Forum Koordinasi Nasional (Forkonas) DOB se-Indonesia yang digelar di Gedung Juang, Jakarta Pusat.
Sekretaris Forum Pemekaran Donggala Utara, Haji M. Yasin, menegaskan bahwa pemekaran wilayah bukan semata-mata sebuah keniscayaan administratif, melainkan kebutuhan nyata masyarakat di wilayah utara Kabupaten Donggala.
“Pemekaran ini bukan sebuah keniscayaan buat kita, tetapi merupakan kebutuhan bagi kita semua. Setiap daerah yang masuk dalam daftar perjuangan pemekaran tentu memiliki ciri khas dan kebutuhan masyarakat masing-masing,” ujar Haji M. Yasin saat ditemui seusai kegiatan.
Menurutnya, Kabupaten Donggala saat ini memiliki 16 kecamatan.
Dari jumlah tersebut, terdapat lima kecamatan di wilayah utara yang menjadi bagian dari aspirasi pembentukan Kabupaten Donggala Utara, yakni Kecamatan Balaesang, Balaesang Tanjung, Dampelas, Sojol, dan Sojol Utara.
Ia menjelaskan, posisi geografis wilayah utara Donggala memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.
Kawasan tersebut berbatasan dengan wilayah lain dan memiliki akses serta jarak pelayanan pemerintahan yang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam perjuangan pemekaran.
“Wilayah utara Kabupaten Donggala memiliki kondisi geografis dan kebutuhan pelayanan masyarakat yang khas. Karena itu, pemekaran diharapkan dapat mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat,” katanya.
Haji M. Yasin menambahkan, perjuangan pembentukan Donggala Utara telah dilakukan sejak 2012.
Hingga kini, pihaknya terus berkoordinasi dan berharap Donggala Utara dapat menjadi bagian dari daerah yang memperoleh perhatian dalam agenda percepatan penataan daerah.
“Kami sudah berjuang sejak 2012. Mudah-mudahan Donggala Utara masuk dalam salah satu daerah yang menjadi prioritas sehingga prosesnya dapat dipercepat,” ujarnya.
Dalam forum nasional tersebut, Haji M. Yasin berharap pemerintah pusat dapat mendengarkan aspirasi daerah secara langsung.
Ia menilai forum konsolidasi nasional seperti ini penting untuk membangun kebersamaan antar-daerah yang memperjuangkan pembentukan DOB.
“Harapannya, ini bukan hanya seremonial. Tetapi betul-betul ada kebersamaan yang disuarakan secara bersama-sama sehingga pemerintah pusat dapat mendengarkan aspirasi kami,” tuturnya.
Ia juga berharap kebijakan moratorium pemekaran daerah dapat ditinjau kembali, disertai percepatan penataan desain besar daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pelayanan dan pembangunan.
“Harapan kami, moratorium pemekaran dapat dicabut, kemudian penataan desain besar daerah dipercepat. Insyaallah, kami berharap Donggala Utara bisa masuk dalam proses tersebut,” kata Haji M. Yasin.
Bagi masyarakat dan para pejuang pemekaran Donggala Utara, perjuangan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pembentukan wilayah administratif baru, tetapi juga diharapkan menjadi jalan untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan, mempercepat pembangunan, dan menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah utara Kabupaten Donggala,tambah
Haji M. Yasin
Sekretaris Forum Pemekaran Donggala Utara Sulawesi Tengah kepada Poskota Nasional
