JAKARTA, Poskota Nasional
Persoalan sampah organik masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Selain menimbulkan bau tidak sedap, sampah organik yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu munculnya gas metana serta mengundang serangga dan tikus.
Melihat persoalan tersebut, PT Enviro MAS Sejahtera, perusahaan di bawah Amanaid Group yang telah memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun di bidang teknologi, menghadirkan solusi pengolahan sampah organik melalui produk mesin terbarunya, SOMYA.
Mesin tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik secara lebih cepat dan efisien.
Amanaid Group merupakan perusahaan yang berpengalaman dibidang enviromental teknologi atau teknologi lingkungan selama kurang lebih 26 tahun dan sudah memiliki 1000++ project diseluruh Indonesia hingga Timor Leste
Melihat persoalan tersebut , PT Enviro Mas Sejahtera , perusahaan yang dibawah Amanaid Group yang telah memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun dibidang tehnologi , menghadirkan solusi pengolahan sampah organik melalui produk mesin terbarunya , SOMYA . Mesin tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik secara lebih cepat dan efisien, ujarnya.
Dalam proses pengolahan selama sekitar 8 hingga 16 jam, mesin ini diklaim mampu mereduksi volume sampah hingga 95 persen.
Hasil akhirnya dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau material organik hasil pengolahan yang memiliki nilai guna.
Komisaris PT Enviro MAS Sejahtera, Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma, S.M., M.M., mengatakan perusahaan memilih fokus pada sampah organik karena persoalan tersebut masih membutuhkan perhatian serius dalam sistem pengelolaan sampah.
“Banyak perhatian selama ini tertuju pada sampah plastik. Padahal, sampah organik juga merupakan persoalan yang harus segera ditangani karena dapat menimbulkan bau, gas metana, serta mengundang serangga dan tikus,” ujar Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma saat ditemui dalam sebuah pameran di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, mesin yang dikembangkan PT Enviro MAS Sejahtera memang sekilas dapat dipandang sebagai mesin pembuat kompos.
Namun, fokus utama teknologi tersebut adalah mengurangi dan mengolah sampah organik dari sumbernya, sehingga sampah tidak harus seluruhnya dibawa ke tempat pembuangan akhir.
“Kompos merupakan nilai tambah dari proses pengolahan. Fokus utama kami adalah bagaimana sampah organik bisa diolah lebih cepat, efisien, dan optimal sejak dari sumbernya,” jelasnya.
Teknologi tersebut telah digunakan di lebih dari 20 titik dengan pengguna dari berbagai sektor, mulai dari hotel, vila, pabrik, rumah pribadi, lingkungan RT, hingga sektor pertambangan.
Di sektor pengelolaan sampah perkotaan, teknologi PT Enviro MAS Sejahtera juga telah mendapat kepercayaan dari TPS3R Kota Denpasar, yang telah memesan dua unit mesin dengan kapasitas masing-masing satu ton.
Sementara itu, untuk kebutuhan hotel dan fasilitas dengan timbulan sampah yang lebih kecil, perusahaan juga menyediakan mesin dengan kapasitas sekitar 50 kilogram, sehingga teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Dari sisi produksi, PT Enviro MAS Sejahtera menyatakan telah menyiapkan kapasitas produksi hingga sekitar 3.000 unit mesin per tahun. Untuk mendukung proses manufaktur, perusahaan bekerja sama dengan PT Cipta Perdana Lancar Tbk yang berlokasi di Tangerang.
Produk tersebut juga didukung dengan garansi selama satu tahun, sementara kebutuhan suku cadang dan layanan purna jual disiapkan untuk mendukung keberlanjutan penggunaan mesin di lapangan.
Saat ini, kantor pusat PT Enviro MAS Sejahtera berada di Bali. Perusahaan juga tengah menyiapkan showroom di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, sekaligus memperluas jaringan reseller untuk menjangkau lebih banyak pengguna di Indonesia.
Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma menegaskan, pengembangan teknologi pengolahan sampah organik tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong masyarakat, dunia usaha, maupun pengelola kawasan agar dapat menangani sampah dari sumbernya.
“Kami berharap teknologi ini dapat menginspirasi hotel, masyarakat, industri, dan pengelola kawasan untuk melakukan pengolahan sampah organik secara lebih efisien.
Kalau sampah organik bisa kita selesaikan dari sumbernya, maka persoalan sampah secara keseluruhan akan menjadi lebih mudah untuk ditangani,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pengangkutan dan pembuangan.
Dibutuhkan teknologi yang memungkinkan sampah diolah sedekat mungkin dengan sumbernya sehingga volume sampah yang harus dibawa ke tempat pembuangan dapat ditekan.
Untuk memperkuat pengembangan perusahaan, PT Enviro MAS Sejahtera dipimpin oleh Anak Agung Ngurah Panji Astika selaku Direktur Utama, sementara Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma menjabat sebagai Komisaris.
Melalui inovasi pengolahan sampah organik tersebut, PT Enviro MAS Sejahtera menargetkan semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang dapat menerapkan pengolahan sampah secara mandiri, efisien, dan berkelanjutan.
PT Enviro MAS Sejahtera merupakan perusahaan di bawah Amanaid Group yang bergerak dalam pengembangan teknologi dan solusi pengolahan sampah, dengan pengalaman lebih dari 26 tahun. Perusahaan berfokus pada pengembangan teknologi pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk hotel, vila, industri, rumah tangga, lingkungan masyarakat, pertambangan, dan fasilitas pengelolaan sampah, tambah Anak Agung Ngurah Gede Semara Winangun Dharma menjabat sebagai Komisaris saat ditemui Poskota Nasional di Pameran Indo Machinery 2026 Rabu 12/8/2o26
