NICE PIK 2 , Poskota Nasional
PT Concord Industry terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan industri keramik nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor manufaktur, khususnya kenaikan harga gas dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Herman Hamzah, Vice Director Ceramics Tile PT Concord Industry, menjelaskan bahwa perusahaan telah berkembang pesat sejak berdiri pada periode 2000–2004.
Berawal dari produksi keramik, saat ini PT Concord Industry telah mampu memproduksi granit dengan ukuran hingga 60 x 120 sentimeter untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Perjalanan kami dimulai dari produksi keramik, dan kini kami telah berkembang hingga memproduksi granit dengan berbagai ukuran.
Kami juga memiliki sejumlah merek unggulan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar,” ujar Herman Hamzah saat ditemui Poskota Nasional dalam ajang Megabuild di NICE PIK 2.
Untuk produk keramik, PT Concord Industry menghadirkan berbagai merek seperti Concord, Icarus, Delta, Hector, dan Gracia.
Sementara pada kategori granit, perusahaan memiliki merek Concord, Papia, dan Fortuna. Merek Fortuna sendiri diposisikan sebagai brand spesial yang menyasar kebutuhan pasar tertentu.
Meski pasar masih cukup kompetitif, industri keramik nasional saat ini menghadapi tekanan yang cukup besar. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga gas yang menjadi komponen penting dalam proses produksi.
“Beberapa waktu terakhir kami melakukan evaluasi harga karena adanya kenaikan biaya produksi.
Harga gas yang sebelumnya berada di kisaran 6 dolar AS per MMBTU kini meningkat menjadi sekitar 21 dolar AS per MMBTU dan masih berpotensi naik lagi. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar AS juga memberikan tekanan tambahan bagi industri,” jelas Herman.
Menurutnya, kondisi tersebut memaksa pelaku industri untuk melakukan penyesuaian harga agar operasional perusahaan tetap berjalan dan keberlangsungan usaha dapat terjaga.
Namun demikian, PT Concord Industry tetap optimistis menghadapi tantangan tersebut dengan menghadirkan produk-produk baru yang didukung teknologi modern dan desain yang lebih inovatif.
“Kami berharap inovasi teknologi dan desain yang lebih baik dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen sehingga produk kami tetap kompetitif di pasar,” katanya.
Herman juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada industri keramik nasional, khususnya terkait kebijakan harga energi yang lebih kompetitif.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu industri melalui penyesuaian harga gas agar lebih terjangkau. Daya beli masyarakat saat ini juga sedang mengalami tekanan.
Produk keramik dan granit memang bukan kebutuhan primer, sehingga kenaikan harga akan sangat memengaruhi permintaan dan kelangsungan proyek-proyek pembangunan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa selama ini industri keramik nasional telah berupaya mempertahankan investasi, membuka lapangan kerja, serta memproduksi produk dalam negeri yang berkualitas. Karena itu, dukungan terhadap sektor manufaktur dinilai sangat penting agar industri tetap tumbuh dan mampu bersaing.
“Kami terus berkomitmen mendukung industri nasional dan menyediakan lapangan pekerjaan.
Namun apabila biaya produksi terus meningkat, tentu akan menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan industri. Kami berharap ada solusi yang dapat menjaga daya saing industri keramik Indonesia,” tutur Herman Hamzah.
PT Concord Industry merupakan perusahaan manufaktur keramik dan granit nasional yang telah berkembang sejak awal tahun 2000-an.
Perusahaan menghadirkan berbagai produk keramik dan granit berkualitas melalui sejumlah merek unggulan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun proyek pembangunan di Indonesia , tambah Herman Hamzah vice direktur PT Concord Industry Ceramics Tile kepada Poskota Nasional.com
