BSD City, Poskota Nasional
PT IKAD kembali
menegaskan komitmennya sebagai produsen granit tile lokal dengan melakukan rebranding sekaligus memperkenalkan inovasi produk terbaru kepada pasar Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau generasi baru tanpa meninggalkan reputasi kualitas yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Direktur IKAD, Dikson Sukoharjo, mengatakan bahwa perusahaan terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi dan kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.
“Kami terus meningkatkan kapasitas produksi dan menghadirkan teknologi terbaru dari Italia. Kami juga mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri agar kualitas produk IKAD terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Dikson saat ditemui di ajang pameran di ICE BSD, Minggu (12/7/2026).
IKAD memproduksi granit tile atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai homogenous tile (HT) dengan body putih yang memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan keramik body merah.
Selain kuat, produk IKAD juga menghadirkan tampilan yang menyerupai material alami melalui teknologi pencetakan 👍 dan tekstur yang semakin detail.
Menurut Dikson, setiap keping granit tile tidak hanya menampilkan motif batu atau kayu secara visual, tetapi juga menghadirkan tekstur dan urat yang menyerupai material aslinya.
“Kalau motif kayu misalnya, bukan hanya gambarnya yang mirip, tetapi seratnya juga terasa ketika disentuh. Keunggulannya, granit jauh lebih awet karena tidak mudah berubah warna akibat air maupun paparan sinar matahari seperti material kayu asli,” jelasnya.
Seiring perubahan tren desain interior, IKAD juga mengembangkan koleksi dengan warna-warna natural dan finishing matte yang kini semakin diminati masyarakat.
Salah satu inovasi yang menjadi unggulan adalah teknologi Dry Plus, yaitu permukaan granit bertekstur anti-slip yang tetap nyaman digunakan pada area basah seperti kamar mandi.
“Dengan teknologi Dry Plus, lantai tetap memiliki daya cengkeram yang baik meskipun dalam kondisi basah, sehingga memberikan keamanan lebih bagi pengguna,” katanya.
Saat ini IKAD memiliki kapasitas produksi mencapai sekitar 30 juta meter persegi per tahun.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik melalui jaringan distributor yang tersebar di seluruh Indonesia, perusahaan juga aktif mengekspor produknya ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa.
Dikson menjelaskan bahwa pasar ekspor memiliki standar kualitas yang sangat tinggi. Karena itu, perusahaan terus meningkatkan spesifikasi produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
“Kualitas menjadi prioritas utama kami. Untuk memenuhi standar ekspor, kami menghadirkan teknisi dari luar negeri dan terus memperbarui teknologi produksi,” ujarnya.
Dalam pengembangan desain, IKAD juga bekerja sama dengan desainer internasional yang melakukan pemindaian batu alam asli sehingga menghasilkan motif granit yang lebih realistis. Perusahaan terus mengikuti perkembangan tren global, termasuk menghadirkan motif travertine dan batu alam yang sedang diminati pasar.
Ke depan, IKAD bahkan berencana mengembangkan koleksi yang mengangkat karakter batuan khas Indonesia sebagai identitas produk lokal.
Mayoritas bahan baku yang digunakan berasal dari dalam negeri, sementara sebagian kecil bahan tambahan masih diimpor untuk menunjang kualitas produk.
Sebagai bentuk komitmen terhadap mutu, seluruh produk IKAD melewati proses pengawasan kualitas yang ketat sebelum dipasarkan, mulai dari pemeriksaan tingkat kerataan (planarity), kesikuan, hingga standar teknis lainnya.
Apabila ditemukan indikasi cacat produk di lapangan, perusahaan akan mengirimkan tim teknis untuk melakukan inspeksi dan memberikan penggantian apabila terbukti merupakan cacat produksi.
“Kami terbuka untuk seluruh segmen pelanggan, mulai dari konsumen perorangan, kontraktor, hingga proyek-proyek besar. Yang terpenting bagi kami adalah menjaga kualitas produk dan pelayanan,” tutur Dikson.
IKAD juga terus memperluas pasar melalui berbagai proyek pembangunan, termasuk sektor perumahan, komersial, hingga proyek pemerintah.
Melalui momentum pameran di ICE BSD, IKAD sekaligus memperkenalkan identitas merek yang lebih modern.
Perubahan logo dan pendekatan desain dilakukan agar lebih dekat dengan generasi muda yang kini menjadi pasar potensial.
“Kami ingin generasi baru mengenal kembali IKAD sebagai produk lokal Indonesia yang memiliki kualitas tinggi, desain yang mengikuti tren, serta mampu bersaing dengan produk impor,” kata Dikson.
Dengan inovasi teknologi, peningkatan kualitas, serta strategi rebranding yang lebih segar, IKAD optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen granit tile nasional sekaligus meningkatkan kontribusi di pasar ekspor pada tahun-tahun mendatang.
