Jakarta , Poskota Nasional
Solusi Rem Tambahan Ramah Lingkungan yang Tingkatkan Keselamatan dan Efisiensi Operasional.
PT TELMA Indonesia memperkenalkan teknologi electromagnetic retarder terbaru untuk kendaraan niaga dan bus di Indonesia.
Teknologi ini menjadi solusi rem tambahan modern yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan berkendara, mengurangi risiko rem blong, sekaligus mendukung efisiensi operasional armada transportasi.
Produk TELMA yang berasal dari teknologi Eropa dan telah digunakan luas di berbagai negara, termasuk India, bekerja menggunakan prinsip elektromagnetik menyerupai hukum Faraday.
Sistem ini dipasang pada propeller shaft kendaraan untuk membantu menahan putaran saat kendaraan melambat tanpa mengandalkan gesekan seperti pada kampas rem konvensional.
Dengan teknologi tersebut, penggunaan kampas rem menjadi lebih ringan sehingga umur pakai rem lebih panjang, suhu pengereman lebih stabil, serta membantu mengurangi potensi panas berlebih yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan maupun pecah ban pada kendaraan berat.
” Keselamatan menjadi prioritas utama dalam kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga. Kehadiran electromagnetic retarder ini memberikan tambahan sistem pengereman yang lebih pakem, stabil, dan aman, terutama untuk bus dengan beban besar dan perjalanan jarak jauh,” ujar Ahmad Ismail, Business Development Manager TELMA Indonesia.
TELMA Indonesia saat ini menghadirkan berbagai varian produk yang dapat diaplikasikan pada kendaraan kelas 9 ton hingga 24 ton, termasuk medium bus, bus besar, hingga kendaraan komersial lainnya.
Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk pasar Indonesia, terutama pada armada transportasi publik dan bus antarkota.
Di India sendiri, beberapa model bus Mercedes-Benz seperti tipe 917, 1624, dan 1924 telah dilengkapi sistem retarder langsung dari pabrikan di Chennai. Sementara di Indonesia, TELMA melihat peluang besar karena teknologi ini masih tergolong baru di industri bus nasional.
Dalam kegiatan demonstrasi dan perkenalan produk yang digelar di Cikarang, hadir pula sejumlah perwakilan industri otomotif dan transportasi, termasuk pihak prinsipal kendaraan niaga, distributor, hingga pelaku industri transportasi nasional. Uji coba langsung pada kendaraan menunjukkan hasil positif, terutama dalam meningkatkan kemampuan perlambatan kendaraan secara lebih stabil dan nyaman.
Selain meningkatkan keselamatan, teknologi TELMA juga mendukung konsep green environment.
Sistem bekerja tanpa gesekan, tanpa cairan pendingin, tanpa oli tambahan, dan minim perawatan sehingga lebih ramah lingkungan dibanding sistem pengereman konvensional.
” Prinsip kerjanya mirip regenerative braking pada kendaraan listrik, namun difokuskan untuk membantu perlambatan kendaraan berbasis internal combustion engine.
Jadi selain efisien, juga mendukung pengurangan beban kerja sistem rem utama,” tambah Ahmad Ismail.
Saat ini seluruh produk masih diimpor utuh dari India. Namun ke depan, TELMA Indonesia membuka peluang pengembangan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui kolaborasi dengan vendor lokal maupun institusi pendidikan dan universitas sebagai bagian dari pengembangan riset teknologi otomotif nasional.
TELMA Indonesia juga membuka peluang kerja sama strategis dengan berbagai pihak, baik operator transportasi, perusahaan karoseri, distributor kendaraan niaga, maupun institusi pendukung industri otomotif lainnya.
Tentang TELMA Indonesia
TELMA Indonesia merupakan perusahaan penyedia teknologi sistem pengereman tambahan (electromagnetic retarder) untuk kendaraan niaga dan transportasi publik.
Berkantor cabang di Medan Satria, Kota Bekasi, TELMA Indonesia fokus menghadirkan solusi keselamatan, efisiensi, dan teknologi transportasi ramah lingkungan untuk pasar Indonesia, tambah
Ahmad Ismail
Business Development Manager
TELMA Indonesia kepada Poskota Nasional
